Polisi Masih Buru 2 Buronan Rekan Hartawan Aluwi

Polisi Masih Buru 2 Buronan Rekan Hartawan Aluwi

Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Brigadir Jenderal Polisi Boy Rafli Amar. (foto - ist)

Jakarta - Markas Besar Kepolisian RI masih memburu dua buronan kasus penggelapan dana nasabah Bank Century, yang belum ditangkap. Demikian disampaikan  Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Brigadir Jenderal Polisi Boy Rafli Amar, seusai menggelar jumpa pers terkait penangkapan dan pemulangan Hartawan Aluwi dari Singapura.

"Jadi enam orang sudah ditangkap, sehingga tinggal dua lagi yang masih buron," kata Boy di Mabes Polri, Jumat (22/4/2016). Dua terdakwa kasus Century yang masih buron tersebut, yakni Anton Tantular dan Hendro Wiyanto. Anton Tantular selaku mantan pemegang saham PT Antaboga Delta Sekuritas, sedangkan Hendro wiyanto adalah mantan Direktur Utama PT Antaboga Delta Sekuritas.

Keduanya juga divonis 14 tahun penjara atas kasus penipuan. Vonis tersebut sama dengan yang diterima Hartawan Aluwi. "Mereka sudah divonis selama 14 tahun penjara, ini perusahaan reksa dana yang dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi," katanya.

Boy menjelaskan, Mabes Polri terus melakukan koordinasi dengan interpol dalam memburu dua buronan kasus Century. "Jadi kami tidak bisa sebutkan di mana negara yang mereka tuju saat ini," kata mantan Kapolda Banten itu.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung telah mendakwa pemilik sekaligus pemegang saham PT Antaboga Delta Sekuritas, Robert Tantular melakukan penipuan dan pencucian uang. Ia melakukannya bersama Hendro Wiyanto (DPO), Hartawan A Luwi, Anton Tantular (DPO), dan Lila K Gondokusumo Kepala Wilayah V Bank Century Surabaya.

Menurut jaksa, Robert melakukan tindak pidana penipuan dan pencucian uang sejak 23 Desember 2005 hingga November 2008. Uang nasabah Bank Century masuk ke kantong tiga pemegang saham bank dan PT Antaboga Delta Sekuritas. Hartawan Aluwi paling banyak mengantongi dana nasabah.

Dari total dana yang digelapkan Rp 1,378 triliun, Robert Tantular menikmati Rp 276 miliar, Anton Tantular dan grup sebanyak Rp 248 miliar dan Hartawan Aluwi sebanyak Rp 853 miliar. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,