BI Temukan Banyak Uang Palsu di Indramayu dan Kuningan

BI Temukan Banyak Uang Palsu di Indramayu dan Kuningan

BI Temukan Banyak Uang Palsu di Indramayu dan Kuningan. (foto - ilustrasi)

Indramayu - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jawa Barat menengarai, peredaran uang palsu di wilayah Jawa Barat masih tetap tinggi. Untuk meminimalisasi peredaran uang palsu itu, BI terus meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat terutama di kalangan remaja.

Menurut Kepala Kantor BI Perwakilan Jabar Rosmaya Hadi, sosialisasi kepada pelajar dan remaja terus diintensifkan di seluruh wilayah Jabar. "Kami juga terus melakukan sosialisasi seputar penggunaan transaksi keuangan non-tunai," kata Rosmaya pada acara Bank Indonesia Mengajar di SMAN 1 Sindang, Kabupaten Indramayu.

Menurutnya, pelajar dan mahasiswa memang menjadi kalangan yang terus mendapatkan perhatian khusus. Terutama untuk dapat menggunakan transaksi keuangan secara non-tunai. Kepala Cabang BI Cirebon Muhammad Abdul Majid menambahkan, peredaran uang palsu di wilayah III Cirebon sebanyak 14.000 lembar. 

Sebelumnya, Rosmaya Hadi menyatakan, temuan uang palsu di Jabar sepanjang tahun 2015 paling banyak di Kabupaten Indramayu. "Dari sekitar 6.600 lembar uang palsu yang ditemukan pada 2015, sekitar 500 lembar ada di Indramayu. Kami melihat Indramayu yang paling tinggi," katanya.

Pihaknya tidak mengetahui mengapa di Indramayu banyak ditemukan atau beredar uang palsu, jika dibandingkan dengan daerah lainnya di Provinsi Jawa Barat. "Apakah di situ karena banyak perceraian, saya juga tidak mengerti. Kami sendiri masih harus mendalami penyebabnya," katanya.

Ia menambahkan, pihaknya bekerja sama dengan Polri dan Kejaksaan akan mengawal semua proses terkait uang palsu di Jawa Barat. "Kami ingin hukuman terkait uang palsu ini bisa sangat tinggi, karena ini terkait dengan kedaulatan negara kita," tegasnya. (Jr.)**

 

.

Categories:Daerah,
Tags:,