La Nyalla Terjepit Tersangka Korupsi dan Pencucian Uang

La Nyalla Terjepit Tersangka Korupsi dan Pencucian Uang

La Nyalla

Surabaya - Posisi mantan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, La Nyalla Mattalitti semakin terjepit. Selain korupsi, ia juga ditetapkan sebagai tersangka dugaan pencucian uang hibah Kadin Jatim tahun 2011-2014. Selain penjara, ia pun terancam dimiskinkan.

Penetapan tersangka baru itu berdasarkan surat bernomor Kep-39/0.5/Fd.1/04/2016. Surat itu didasarkan pada Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) nomor Print.447/0.5/Fd.1/04/2016. Surat itu diteken Kepala Kejati Jatim, Maruli Hutagalung, pada Jumat 22 April 2016.

"Terhadap tersangka korupsi atas nama LNM (La Nyalla Mattalitti) telah ditetapkan juga sebagai tersangka dalam TPPU, dugaan penyalahgunaan bantuan dana hibah dari Pemprov ke Kadin Jatim tahun 2011-2014," kata Maruli di kantor Kejati Jatim, Surabaya, Jumat (22/4/2016).

Mantan Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejagung itu menjelaskan, penyidikan pencucian uang hibah Kadin Jatim 2011-2014 merupakan hasil pengembangan dari penyidikan kasus dugaan korupsi hibah di institusi sama pada 2012, yang digunakan untuk membeli saham perdana Bank Jatim. "Pencucian uangnya Rp 1,3 miliar," katanya.

Penyidik  menemukan bukti aliran dana hibah yang mengucur antara 2011-2014 dari Kadin Jatim ke rekening pribadi La Nyalla. Masih ditelusuri dipakai untuk apa uang hibah itu oleh tersangka. "Masih ditelusuri. Pokoknya dibuat kepentingan pribadi," tegas Maruli.

Ia mengaku penyidik sudah mengantongi dua alat bukti soal sangkaan pencucian uang. yang dialamatkan ke La Nyalla. Itu juga sesuai dengan keterangan saksi. "Ada juga dua saksi ahli yang kita mintai pendapatnya. Tersangka dijerat Pasal 3 dan 4 Undang Undang TPPU.”

Sementara itu, Kepala Seksi Penyidikan Pidana Khusus, Dandeni Herdiana menyatakan Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) digandeng untuk memperkuat sangkaan itu. PPATK membenarkan adanya aliran mencurigakan di rekening La Nyalla. "Dua hari PPATK menganalisis," ungkapnya. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,