30 Tahun Jadi 'Kota Mati' Ukraina Bangkitkan Chernobyl

30 Tahun Jadi 'Kota Mati' Ukraina Bangkitkan Chernobyl

Ratusan warga Ukraina memperingati 30 tahun bencana nuklir terburuk dunia di pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl di Slavutych, Selasa (26/4/2016). (foto - AFP)

Pripyat - Memperingati 30 tahun terjadinya bencana nuklir Chernobyl penduduk Kota Pripyat yang ketika itu diungsikan keluar kampung halamannya, kini kembali ke kotanya untuk menengok rumah mereka.
 
Saat mereka meninggalkan kediamannya seperti yang dialami Elena Kupriyanova misalnya, ketika itu ia masih berusia 12 tahun. Ia tidak mengerti mengapa semua orang dievakuasi dari kota tinggalnya Pripyat, kota sebelah utara Ukraina yang masih menjadi bagian Uni Soviet ketika itu.
 
"Cuacanya sangat panas waktu itu, namun tetapi indah. Buah-buahan merekah di pohon dan orang-orang bicara radiasi, yang entah apa itu," kata perempuan yang kini sudah menjadi wanita dewasa berusia 42 tahun, seperti dilansir Metro, Selasa (26/4/2016).
 
"Semuanya terasa normal dan bahkan sangat cantik," katanya. Ia tidak melihat ada yang salah, tetapi semua orang harus pergi. Elena sekeluarga dan seluruh penduduk yang berjumlah lebih dari 50 ribu orang, dibawa ke Kiev dengan bus pada 27 April 1986.
 
Mereka diimbau untuk membawa barang-barang secukupnya untuk keperluan perjalanan selama tiga hari. Faktanya, baru tiga dekade kemudian mereka bisa menginjakkan kaki di tanah kelahirannya.
 
Membangkitkan Chernobyl dari kematian
 
Tiga puluh tahun berlalu sudah, bencana besar telah mengguncang Ukraina. Reaktor nomor empat dari pembangkit listrik tenaga nuklir di Chernobyl dekat Ibukota Kiev itu meledak, yang mengakibatkan banyak korban jiwa. 
 
Kejadian tersebut praktis meninggalkan luka yang mendalam. Dengan adanya insiden tersebut membuat Chernobyl ibarat kota mati, karena kejadian tersebut menyebabkan ribuan orang terkena efeknya menderita kanker hingga meninggal dunia.
 
Ya, tiga puluh tahun usai kejadian itu, kini Ukraina mencoba bangkit. Mereka memastikan lagi membangkitkan Chernobyl dari kematiannya. "Tujuan utama Ukraina adalah untuk mengubah wilayah ini ke dalam sistem ekologi yang aman, sekaligus menjadi tempat unik untuk percobaan teknik dan penelitian ilmiah," sebut pihak Kedutaan Ukraina di Indonesia lewat keterangan tertulis.
 
Meski difokuskan pada kegiatan penelitian, rencananya wilayah itu juga akan dikembangkan untuk tujuan lain, termasuk tempat wisata. "Zona eksklusi, yang selama ini hanya dikaitkan dengan bencana nuklir, akan berubah menjadi wilayah perubahan dan inovasi. Pariwisata tengah dikembangkan di daerah ini," katanya.
 
Pemerintah Ukraina pun yakin, upaya itu akan mengubah citra dari Chernobyl. Dari 'kota mati' ' menjadi pusat pengembangan dan penelitian nuklir dunia. "Sebagai negara pelopor dalam penelitian nuklir, Ukraina akan menggunakan pengalamannya untuk menjadi pemimpin dunia di bidang ini. Kami yakin, suatu hari nanti para ilmuwan dari seluruh negara akan datang ke Chernobyl untuk penelitian," tulisnya. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,