Politikus PAN Andi Taufan Tiro Ditetapkan Jadi Tersangka Suap

Politikus PAN Andi Taufan Tiro Ditetapkan Jadi Tersangka Suap

Anggota Komisi V DPR dari Fraksi PAN Andi Taufan Tiro sebagai tersangka. (foto - ist)

Jakarta - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi resmi menetapkan Anggota Komisi V DPR dari Fraksi PAN Andi Taufan Tiro sebagai tersangka. Andi diduga telah menerima suap, terkait proyek pembangunan jalan di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tahun anggaran 2016.

Andi diduga menerima suap dari Direktur PT Windhu Tunggal Utama, Abdul Khoir. "Diduga menerima hadiah atau janji dari AKH," kata Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati di kantornya, Rabu (27/4/2016).

Andi dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau b dan atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Diketahui kasus tersebut merupakan pengembangan dari kasus yang telah menjerat dua anggota DPR lainyya, yakni Damayanti Wisnu Putranti dan Budi Supriyanto. Keduanya juga diduga telah menerima suap dari Abdul Khoir.

Surat dakwaan Abdul Khoir disebutkan, maksud pemberian suap agar Andi mengupayakan proyek dari program aspirasi DPR disalurkan di Maluku dan Maluku Utara, serta menyepakati perusahaan Abdul Khoir sebagai pelaksana proyek.

Proyek itu adalah Pembangunan Ruas Jalan Wayabula-Sofi senilai Rp 30 miliar, serta proyek Peningkatan Ruang Jalan Wayabula-Sofi senilai Rp 70 miliar. Proyek itu berasal dari program aspirasi Andi Taufan Tiro selaku Ketua Kelompok Fraksi PAN Komisi V DPR. Atas proyek itu, Andi total mendapatkan uang sebesar Rp 7,6 miliar.

Disebutkan, ia juga sempat diperiksa di persidangan berkelit telah menerima sejumlah uang dari Abdul Khoir. Andi bahkan mengaku tidak tahu menahu mengenai proyek pembangunan jalan di Maluku, yang berasal dari dana aspirasi DPR.

"Tidak tahu, ya dibuktikan saja yang mulia. Saya Islam yang mulia, saya telah bersumpah, saya tahu hukuman dari perkataan saya," kata Andi menjawab pertanyaan Hakim. Namun keterangan itu diragukan, baik oleh Majelis Hakim mjaupun Penuntut Umum KPK. Keterangan Andi diragukan lantaran tidak berkesuaian dengan keterangan saksi lainnya. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,