Terungkap, Kisah Pilu Nasib Budak Seks di Korea Utara

Terungkap, Kisah Pilu Nasib Budak Seks di Korea Utara

Terungkap, Kisah Pilu Gadis Budak Seks di Korea Utara. (foto - reuters)

Piyongyang -  Kisah pilu gadis-gadis muda yang dipaksa menjadi penghibur dan pemuas nafsu para pejabat Korea Utara tersembunyi, di balik ketertutupan Korea Utara. Kisah itu terungkap, setelah semakin banyak warga Korut yang berhasil keluar melarikan diri.
 
Dengan dipilih secara acak oleh para tentara, gadis-gadis itu kadang dari teman sekelas mereka sendiri. Para tentara bahkan melakukan penyelidikan rinci apakah gadis-gadis itu masih perawan. Lebih dari puluhan dekade, gadis itu dipekerjakan untuk melayani lingkaran elit militer Korea Utara. Mereka dikenal sebagai Gippeumjo atau pasukan kesenangan pemimpin.
 
Pasukan itu terdiri atas 2.000 gadis Korea Utara, dan mereka  dibagi menjadi tiga kelompok khusus. Pertama untuk melayani seksual, kedua memberikan pijatan, dan satu kelompok lagi untuk menyanyi dan menari, di mana mereka bisa diminta melakukannya semi telanjang. Di balik tembok Korea Utara, praktik ini memang rahasia. Namun kisah ini  mulai diketahui dari pembelot yang lari ke Cina atau Korea Selatan.
 
Seperti dilaporkan News.com.au, baru-baru ini keluarga sang gadis tidak mengetahui ke mana mereka perginya. Mereka hanya diberitahu, ikut andil dalam "proyek penting pemerintah." Sejak saat itu, para gadis tidak diizinkan untuk melihat bahkan berbicara pada keluarga terdekat mereka.
 
Sementara pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un dikabarkan juga ikut mencari dan mencicipi "hiburan" itu untuk kesenangannya, sekitar enam bulan setelah kematian sang ayah. Kisah ini diungkapkan juga oleh Mi Hyang, salah seorang gadis yang berhasil lari ke Korea Selatan, setelah dua tahun "melayani" Kim Jong Il. 
 
Saat itu ia baru berusia 15 tahun, ketika dua pria berseragam tentara menyerobot masuk ke ruang kelasnya tanpa pemberitahuan dan mulai mencari ke seisi ruang kelas. Salah satu dari mereka menunjuk ke arahnya, dan meminta Mi Hyang ikut dengan mereka. 
 
Menurut Mi Hyang, para tentara itu mencari informasi dengan rinci tentangnya, bahkan hingga sejarah keluarga dia. Gadis terpilih harus memenuhi kriteria yang ketat. Mereka harus di bawah 165 sentimeter, bebas dari bekas luka dan kulit berminyak, memiliki suara yang lembut dan feminin. 
 
Sedangkan keperawanan adalah hal yang sangat penting. Para perekrut bahkan menanyakan hal itu secara terang-terangan. "Saya merasa sangat malu untuk mendengar pertanyaan seperti itu,” aku Mi Hyang.
 
Setelah dipilih, mereka dikirim ke Hongkong untuk mendapat pelatihan memijat, atau dikirim ke tempat lain untuk belajar menari dan menyanyi. Saat usia 22 hingga 25 tahun, mereka akan berhenti bertugas. Umumnya gadis-gadis itu akan diperistri oleh penjaga elit. 
 
Pada akhir tahun 2011 setelah kematian Kim Jong Un, kelompok gadis ini dibubarkan dan diizinkan untuk kembali pada keluarga mereka. Para pejabat pemerintah sangat ingin cerita ini tidak terungkap, sehingga mereka membayar setiap gadis sebesar Rp 52 juta dan memberikan berbagai hadiah, agar mereka bersedia tutup mulut. Uang itu hampir dua kali penghasilan per tahun rata-rata keluarga di Korea Utara. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,