Pabrik Pemintalan Benang di Padalarang Ludes Terbakar

Pabrik Pemintalan Benang di Padalarang Ludes Terbakar

Para petugas masih mendinginkan bekas kebakaran pabrik pemintalan benang milik CV Yung Hwa Tex di Padalarang Kabupaten Bandung Barat. (foto - pikiran-rakyat.com)

Padalarang Pabrik pemintalan benang milik CV Yung Hwa Tex di Jalan Cimareme-Batujajar Kampung Ciampel Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung Barat terbakar, Minggu (8/5/2016) sekitar pukul 18.00 WIB.

Diawali dengan adanya sebuah ledakan keras, api dengan cepat merembet karena pabrik dipenuhi dengan material yang mudah terbakar. Menurut saksi Eti, salah seorang karyawati yang tinggal di mes pabrik itu, ledakan terjadi saat ia sedang makan malam di dalam mes.

"Saat saya ke lokasi ternyata api sudah membesar. Saya langsung teriak minta tolong dan memperingatkan pekerja lainnya yang tinggal di mes agar keluar," katanya.

Karyawan terakhir bekerja sekitar pukul 16.00 WIB, sehingga saat kebakaran terjadi pabrik dalam keadaan kosong. Dari data kepolisian, di antara yang terbakar, antara lain bahan baku dan mesin pemintal, 2 unit kendaraan truk Fuso dan Mitshubitshi L 300. 

Menurut Kepala UPT Pemadam Kebakaran KBB Dadang Dahyar, tidak ada korban akibat kebakaran tersebut. Aparat pemadam kebakaran terkendala oleh jauhnya sumber air untuk memadamkan api, yakni sekitar 2 kilometer dari tempat kejadian. 

Kendala lainnya, lokasi pabrik masuk ke dalam permukiman sekitar 1 kilometer dengan lebar jalan sempit. Sedikitnya sembilan unit pemadam kebakaran diturunkan untuk memadamkan kobaran api dalam kebakaran tersebut.

"Kami menurunkan lima unit dari Kabupaten Bandung Barat dan dua unit damkar bantuan dari Kota Cimahi, serta dua unit lagi dari Kabupaten Bandung," kata Koordinator penanggulangan Pemadam Kebakaran KBB, Nurkalamsyah.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Padalarang AKP Kustiawan mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. "Untuk sementara api diduga berasal dari hubungan arus pendek listrik pada mesin. Berdasarkan keterangan saksi sebelumnya memang ada kendala pada mesin. Diduga api berasal dari mesin tersebut," katanya.

Namun, lanjut Kustiawan, melihat kondisinya kerugian kemungkinan bisa mencapai ratusan juta rupiah. Selain beberapa mesin, bahan produksi, bangunan pabrik pun rusak. Belum lagi kendaraan yang turut hangus terbakar. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,