KPK Tuntut Majelis Hakim Sita Harta Nazaruddin Rp 600 Miliar

KPK Tuntut Majelis Hakim Sita Harta Nazaruddin Rp 600 Miliar

KPK Tuntut Harta Nazaruddin Rp 600 Miliar Dirampas Negara

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut Majelis Hakim, merampas harta milik mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin senilai Rp 600 miliar. Perampasan itu karena aset-aset Nazaruddin diduga didapat dari hasil tindak pidana korupsi.

"Perkiraan seluruhnya mencapai sekitar Rp 600 miliar," kata Jaksa Kresno Anto Wibowo di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (11/5/2016). Aset-aset itu terdiri atas saham yang nilainya sekitar Rp 300 miliar dan uang tunai sekitar Rp 100 miliar. Termasuk aset dari properti, seperti rumah dan pabrik yang nilainya diperkirakan cukup besar.

Penuntut Umum KPK menduga, harta kekayaan Nazaruddin yang didapat dari hasil pencucian uang itu mencapai kisaran Rp 1 triliun. Jumlah itu diperkirakan berasal dari fee proyek yang masuk ke sejumlah rekening bank, dan saham beberapa perusahaan.

Namun, Penuntut Umum hanya menuntut sekitar Rp 600 miliar untuk dirampas. Diakui Penuntut Umum, terdapat kesulitan untuk menyita aset-aset milik Nazaruddin tersebut. "Kalau aset sudah diambil Rp 600 miliar dari total Rp 1 triliun, itu sudah cukup lumayan meski ada aset yang tidak bisa kita ambil," tegas Kresno.

Diketahui, Nazaruddin dituntut pidana penjara selama tujuh tahun oleh Penuntut Umum. Nazaruddin juga dituntut pidana denda sebesar Rp 1 miliar, subsidair satu tahun kurungan oleh Penuntut Umum. Ia dinilai telah memenuhi unsur-unsur dalam tiga dakwaan yang didakwakan kepadanya.

"Meminta Majelis Hakim menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi dan pencucian uang, sesuai dakwaan primer kesatu, dakwaan primer kedua, dan dakwaan primer ketiga," ungkap Jaksa Kresno Anto Wibowo. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,