PKI Patut Diwaspadai tapi Harus Bijak Jangan Fobia

PKI Patut Diwaspadai tapi Harus Bijak Jangan Fobia

Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Muradi. (foto - ist)

Bandung - Kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) atau penyebarluasan komunisme memang patut diwaspadai. Namun demikianb, masyarakat dan aparat seyogianya bersikap bijak, dan tidak perlu fobia atau takut berlebihan pada komunisme.

"Kelompok kiri itu hanya romantisme masa lalu. Memang perlu diwaspadai tapi jangan sampai fobia (ketakutan berlebihan) yang menguras tenaga," kata Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Muradi, Jumat (20/5/2016).

Menurut Muradi, sebetulnya ada ancaman selain komunisme yang patut lebih diwaspadai, yakni radikalisme atau sikap intoleran dalam masyarakat. Jawa Barat termasuk provinsi yang rentan konflik horizontal yang dipicu sikap intoleran.

Kemunculan simbol-simbol komunisme yang berupa atribut maupun karya tulisan, katanya adalah pergerakan adu domba yang harus diwaspadai dan disikapi dengan langkah yang wajar. Pasalnya, ajaran radikal juga mengancam publik, terlebih terhadap kalangan generasi muda.

"Saya justru khawatir, mereka mengambil-alih masjid dan menanamkan paham-paham radikalisme melalui itu (penyebaran simbol-simbol komunisme),” tegasnya.

Muradi menilai, program ketahanan pangan yang digalakkan Tentara Nasional Indonesia (TNI), sebagai salah satu upaya efektif dalam memecah konsentrasi kelompok tertentu. Khusus bagi kalangan muda, kegiatan intensif dengan aparat TNI untuk menambah wawasan kebangsaan pun sangat diperlukan.

"Hal itu akan semakin merekatkan elemen masyarakat hingga level bawah. Kalau untuk generasi muda, saya rasa program bela negara sangat cocok," tambahnya. (Jr.)**

.

Categories:Politik,
Tags:,