Disanksi Kemenhub, Manajemen Lion Air Mengadu ke DPR

Disanksi Kemenhub, Manajemen Lion Air Mengadu ke DPR

Audiensi manajemen dan karyawan Lion Air dengan Komisi V DPR. (foto - ist)

Jakarta - Buntut dari sejumlah keteledoran yang dilakukan berulangkali, maskapai penerbangan Lion Air tengah menjadi perhatian publik. Lion Air pun kemudian mendapat sanksi dari Kementerian Perhubungan.
 
Untuk itu, manajemen dan karyawan Lion Air mengadakan udiensi lewat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR. Audiensi akan menerima masukan dari pihak karyawan maskapai yang kerap dikeluhkan pelayanannya.
 
"Termasuk memanggil kru pilot, pramugari dan ground handling jam 13.00 WIB," kata Ketua Komisi V Fary Djemi Francis dari Fraksi Partai Gerindra, Selasa (24/5/2016).
 
Komisi V akan mendengar penjelasan tentang kesalahan pihak maskapai saat menurunkan penumpang di terminal domestik, padahal seharusnya di terminal internasional hingga lolos dari imigrasi. "Ya terutama langkah perbaikan pelayanan penumpang Lion dan penanganan safety dan security standar operasionalnya," katanya.
 
Sebelumnya, setelah diberikan sanksi oleh Kementerian Perhubungan, Lion Air malah melakukan perlawanan dengan melaporkan Dirjen Perhubungan Udara, Suprasetyo ke Mabes Polri.
 
Sementara itu, dua sanksi yang diberikan Kementerian kepada Lion Air, yakni pembekuan izin ground handling di Bandara Soekarno Hatta dan pembekuan permohonan izin rute baru selama enam bulan. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,