Kemenpan RB Bakal Memangkas 1,9 Juta PNS Tahun Ini

Kemenpan RB Bakal Memangkas 1,9 Juta PNS Tahun Ini

Kemenpan RB Bakal Memangkas 1,9 Juta PNS Tahun Ini. (foto - ilustrasi)

Jakarta - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) akan melakukan perampingan atau pengurangan jumlah aparatur sipil negara (ASN). Hal itu untuk mengejar target Indonesia, menjadi negara maju dengan pemerintahan yang profesional tahun 2025.

Menurut Deputi Bidang SDM Aparatur Setiawan Wangsaatmaja, posisi pemerintahan Indonesia berada di posisi kurang baik. Tercatat, SDM ASN Indonesia sama dengan Vietnam dan berada di bawah Malaysia, Filipina dan Thailand.

Untuk meningkatkan posisi indeks government, Kemenpan RB akan melakukan reform atau kasarnya pangkas jumlah SDM aparatur, yang tidak berkualitas dan sebagainya.

"Posisi SDM aparatur secara total 4,517 juta. Guru menempatii 32 persen, medis 0,7 persen dan para medis 6 persen. Ketika bicara Indonesia Sehat, tapi medis kita. Namun ada kelompok besar jabatan fungsional umum, yang kalau ke kantor belum jelas mau kerja apa dan ini akan kita rapikan," katanya di Ruang Garuda Kementerian Perindustrian, Rabu (25/5/2016).

Setiawan yang mewakili Menteri PAN-RB Yuddy Chrisnandi mengatakan, kelompok jabatan fungsional umum ada 42 persen dari 4,5 juta SDM aparatur dan akan dirapikan sebanyak 1,9 juta. Tahun ini KemenPAN-RB melakukan pemetaan kompetensi dan kualifikasi kinerja dalam empat kuadran.

Pertama, kelompok PNS yang kinerja kualifikasi dan kompetensinya sesuai perlu dipertahankan dan dipromosikan. Kedua, PNS kinerjanya kurang sesuai akan disekolahkan dan dtingkatkan kualitasnya. Ketiga, PNS kompetensi tidak sesuai ini banyak yang tidak berkinerja, PNS akan dimutasi. Keempat, PNS yang tidak berkinerja sesuai kualifikasi dan ini yang perlu dipangkas.

"Empat kuadran itu ada perlakuan beda satu sama lain. Sistem tunjangan kita harus benar-benar fair. Seorang naik gaji tentu dengan kualifikasi dan kualitas kinerja baik. Jadi tidak ada lagi, satu instansi satu kerjaan mau yang baik atau buruk mendapatkan gaji yang sama," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,