Semburan Awan Panas Sinabung Telan Dua Korban Jiwa

Semburan Awan Panas Sinabung Telan Dua Korban Jiwa

Warga mengevakuasi korban semburan awan panas Gunung Sinabung. (foto - ist)

Medan - Dua korban semburan awan panas Gunung Api Sinabung, Cahaya Beru Tarigan (45) dan Cahaya Sembiring Meliala (73) akhirnya meninggal dunia. Keduanya sempat dirawat intensif lebih dari sepekan, di RSU Pusat Haji Adam Malik Medan.

Berdasarkan informasi, kedua warga Desa Gamber, Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Karo Sumatera Utara tersebut meninggal dunia, akibat gagal napas dan infeksi pada luka bakar yang mereka alami.

Cahaya Sembiring Meliala meninggal dunia pada Minggu 29 Mei 2016 sekitar pukul 04.50 WIB. Ia dirujuk dari RS Efarina Kabupaten Tanah Karo ke RSUP H Adam Malik pada 22 Mei 2016 pukul 00.13 WIB, dengan kondisi luka bakar separo badan.

Sedangkan Cahaya beru Tarigan meninggal pada Senin (30/5/2016) sekitar pukul 18.05 WIB. Ia sebelumnya dirujuk dari RS Efarina Kabupaten Tanah Karo ke RSUP Haji Adam Malik, Medan pada 21 Mei pukul 23.22 WIB dengan kondisi luka bakar hingga 60 persen.

"Pada hari Rabu 25 Mei 2016 lalu, kondisi Cahaya Tarigan lumayan stabil. Namun sejak Jumat 27 Mei 2016 mulai menurun. Akhirnya ia mengembuskan napas terakhirnya,” kata Kasubag Humas RSUP H Adam Malik, Sairi M Saragih, Senin (30/5/2016) malam.

Menurut Sairi, selama masih menjalani perawatan, perkembangan kesehatan Cahaya Beru Tarigan terus dipantau oleh tim medis yang menanganinya. Bahkan, ia telah dipasangi alat bantu pernapasan (ventilator).

?Sementara untuk pasien Cahaya Sembiring Meliala, kondisinya mulai menurun sejak Kamis 26 Mei 2016, dan terus memburuk hingga meninggal dunia pada Minggu. "Penyebab kematiannya sama, karena gagal napas dan infeksi. Tim medis telah berupaya semaksimal mungkin untuk menyelamatkan nyawa keduanya," kata Sairi. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,