Diciduk Imigrasi Singapura La Nyalla Tiba di Bandara Soeta

Diciduk Imigrasi Singapura La Nyalla Tiba di Bandara Soeta

Ketua Kadin Jawa Timur sekaligus Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mattalitti tiba di Bandara Soekarno Hatta. (foto - )

Jakarta - Buronan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur atas kasus dugaan korupsi pada Kamar Dagang Industri Jatim, La Nyalla Mattalitti akhirnya tiba di Tanah Air. Sebelumnya, La Nyalla ditangkap oleh Imigrasi Singapura, tempat ia melarikan diri selama ini.

Keluar dari pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 835 yang terbang dari Bandara Changi Singapura pukul 17.35 WIB, La Nyalla tiba di Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 18.20 WIB. Tepatnya di Terminal 2E, buronan itu langsung dijemput petugas Kejaksaan dan Imigrasi di apron Terminal 2E.

Diperkirakan, sekitar pukul 19.00 WIB La Nyalla keluar dari bandara, sehingga tidak melewati pintu utama kedatangan internasional. "Iya sudah tiba, tapi langsung dijemput lewat apron," kata petugas intel Polres Bandara Soetta, Selasa (31/5/2016) malam.

Berdasarkan foto yang beredar di kalangan media, La Nyalla tiba di Bandara Soetta tanpa diborgol. Dia tampak santai menelepon dengan telepon genggamnya. Ia  tampak mengenakan batik bermotif cokelat lengan panjang.

La Nyalla ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi dana hibah Kadin Jawa Timur senilai Rp 5,3 miliar, pada Rabu 16 Maret 2016. Sebagai Ketua Kadin Jatim, ia diduga menggunakan dana itu untuk kepentingan pembelian saham dalam penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering) Bank Jatim pada 2012.

Namun, La Nyalla pun diketahui kabur ke Malaysia tepat sehari sebelum pencekalan atas dirinya diumumkan. Ia kemudian ditetapkan sebagai buron dan masuk daftar pencarian orang (DPO) serta diburu Interpol.

Meski begitu, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly tak mau disebut kecolongan atas kejadian itu. Menurutnya, La Nyalla sudah pergi ke luar negeri sebelum adanya surat pencekalan. "Bukan kecolongan, dia keluar sebelum surat pencekalan datang. Satu hari sebelum pencekalan, tanggal 17 Maret ia keluar, 18 Maret terima surat pencekalan," kata Yasonna.

"Ya pokoknya dia pergi sebelum menerima surat cekal. Terlambat atau tidak terlambat diputuskan sendiri," katanya.‎ Yasonna juga mengaku tidak tahu atas dugaan La Nyalla melarikan diri ke Malaysia. Menteri dari PDIP itu menyampaikan kementeriannya tidak bisa mengeluarkan surat cekal sebelum ada permintaan dari instansi berwajib. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,