Tiga Pembunuh Satu Keluarga di Medan Dituntut Hukuman Mati

Tiga Pembunuh Satu Keluarga di Medan Dituntut Hukuman Mati

Jaksa penuntut umum menuntut tiga pembunuh satu keluarga di Medan hukuman mati. (foto - ist)

Medan - Tiga terdakwa kasus pembunuhan sadis terhadap satu keluarga di Jalan Sei Padang, Medan dituntut dengan hukuman mati. Tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) itu disampaikan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (31/5/2016) sore.

Ketiga terdakwa yang dituntut hukuman mati ,yakni Yoga (20 tahun), Rory (19 tahun) dan Nanang (18 tahun). Jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan Joice Sinaga menilai, ketiga terdakwa melanggar Pasal 340, Pasal 339, Pasal 338 KUHPidana jo Pasal 365 ayat (1) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana, tentang pembunuhan berencana yang dilakukan bersama-sama.

Pada surat tuntutan, jaksa menilai ketiga terdakwa sudah merencanakan melakukan pembunuhan terhadap para korban. Mereka adalah Yakub Muchtar (69 tahun) dan Nurhayati (60 tahun) beserta cucu mereka, Dika (7 tahun). "Terdakwa tidak merasakan penyesalan atas perbuatannya selama proses persidangan," katanya.

Menyikapi putusan itu, ketiga terdakwa melalui tim penasihat hukumnya akan mengajukan nota pembelaan (pledoi) pada persidangan pekan depan. Tuntutan itu disambut baik oleh pihak keluarga korban. Mereka menilai, perbuatan para terdakwa sangat keji, sehingga layak untuk dijatuhi hukuman mati.

"Jujur, ini yang pertama kita harapkan (tuntutan mati). Mudah-mudah majelis hakim membuka hati untuk menjatuhkan hukuman mati," kata  keluarga korban, Erika Muchtar, seusai mengikuti sidang.

Peristiwa pembunuhan M Yakub dan istrinya, Yati serta cucu mereka M Sadiq alias Dika, terjadi pada Jumat, 23 Oktober 2015 lalu. Pembunuhan itu terjadi saat Rori mengajak Yoga dan Nanang melakukan perampokan di kediaman korban di Jalan Sei Padang, Kecamatan Medan Selayang, Medan.

Setibanya di rumah korban, para pelaku berpura-pura minta kayu kepada korban Yati untuk membuat kandang ayam. Setelah berjumpa, para pelaku langsung melakukan aksi pembunuhan dengan menggunakan pisau kecil.

Setelah membunuh ketiganya, para pelaku menggasak harta milik korban berupa perhiasan serta beberapa telepon genggam. Besoknya, aparat kepolisian menangkap ketiga pelaku secara bersamaan. Dua dari tiga pelaku terpaksa ditembak pada bagian kakinya, karena melawan petugas. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,