Massa Buruh Serbu Balaikota DKI Tuntut Upah Dinaikkan

Massa Buruh Serbu Balaikota DKI Tuntut Upah Dinaikkan

Massa buruh kembali melakukan unjuk rasa di Balaikota DKI Jakarta. (foto - ist)

Jakarta - Massa buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) berunjuk rasa di depan Balaikota DKI Jakarta. Mereka menentang kebijakan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang mengutamakan dana corporate social responsibility (CSR) untuk membangun fasilitas umum di Ibukota.

"Dampaknya kebijakan itu membahayakan kedaulatan negara dan sistem demokrasi. Negara akhirnya tunduk kepada kepentingan segelintir pemilik modal," kata Presiden KSPI Said Iqbal, Rabu (1/6/2016). Kebijakan dana CSR menjadi cikal bakal lahirnya Peraturan Gubernur (Pergub) No. 228 Tahun 2015, tentang Pengendalian Pelaksanaan Penyampaian Pendapat di Muka Umum pada Ruang Terbuka.

Disebutkan, Pergub itu hanya membolehkan unjuk rasa dilakukan di Parkir Timur Senayan, Alun-alun Demokrasi DPR/MPR RI, dan Silang Selatan Monas. Pergub itu diduga dibuat untuk kepentingan pemodal. Sebab, aksi demonstrasi merupakan hal yang dibenci pemilik modal. "Menurut mereka unjuk rasa akan mengganggu kepentingannya guna menguasai negara," katanya.

Menurut Said, buruh merasa dirugikan dengan adanya pembatasan tempat aksi unjuk rasa, kebijakan upah murah, penggunaan outsourcing di perusahaan pemberi CSR, dan tidak adanya rusun untuk buruh. "Ini akibat kebijakan yang dibarter dengan modal, bukan dengan APBD dalam membangun Jakarta," tegasnya.

Para pemilik modal telah berhasil menggerakkan sikap polisi menjadi lebih represif. Aparat keamanan dianggap tidak segan mengkriminalisasi buruh dan aktivis. "Itulah sebabnya terasa sekali seperti ada pesanan pengusaha hitam kepada Ahok," tambahnya.

Dalam aksi itu KSPI juga menuntut Pemprov DKI menaikkan upah minimum provinsi 2017 sebanyak Rp 650 ribu menjadi Rp 3,75 juta. "Mengingat survei BPS yang menyebut biaya hidup keluarga di DKI Jakarta minimal Rp 5,6 juta per bulan," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,