Aparat Bubar Paksa Konvoi Pesilat

Aparat Bubar Paksa Konvoi Pesilat

Aparat membubarkan paksa konvoi pesilat. (Foto: ANTARA)

Madiun - Aparat gabungan TNI dan Polri membubarkan paksa konvoi pesilat anggota Persaudaraan Setia Hati (PSH) Tunas Muda Winongo yang memaksa masuk wilayah Kota Madiun di Jalan Raya Madiun-Surabaya, Desa Garon, Kabupaten Madiun, Minggu (09/11/2014).

Pembubaran paksa tersebut, dilakukan menyusul tindakan persuasif aparat yang gagal, sehingga massa pesilat memaksa berkonvoi masuk wilayah Kota Madiun guna mengikuti acara Suran Agung.

Aparat telah dua kali bernegosiasi, namun gagal. Ribuan pesilat tetap memaksa untuk masuk wilayah Kota Madiun sambil membunyikan knalpot "brong"-nya. Guna mengamankan situasi, aparat terpaksa menindak keras para pesilat tersebut.

Para pesilat yang membandel dipukul dengan menggunakan tongkat kayu untuk memaksa massa mundur. Sejumlah aparat keamanan juga terpaksa menendang motor para pesilat yang terus merangsek.

Akibat ulah dari para pesilat tersebut, arus lalu lintas di Jalan Raya Madiun-Surabaya sempat macet hingga beberapa kilometer. Masyarakat yang melintas juga merasa takut, hingga akhirnya menepi di pinggir jalan.

Seperti diketahui, aparat gabungan Polres Madiun Kota, TNI, dan Polres Madiun menjaga ketat tujuh titik perbatasan wilayah menuju Kota Madiun, untuk mengamankan perayaan Suroan atau "Suran Agung" pesilat anggota Persaudaraan Setia Hati Tunas Muda Wionongo pada Minggu (9/11).

"Pengamanan akan kami fokuskan di setiap pintu masuk ke kota, baik itu dari arah Magetan, Ponorogo, dan Ngawi. Dari kabupaten sendiri itu ada yang dari arah Dungus (Kabupaten Madiun) ke Manisrejo (Kota Madiun), Nglames (Kabupaten Madiun), Jiwan (Kabupaten Madiun), dan Maospati (Magetan) juga kita amankan, termasuk jembatan kecil di Taman dan Manguharjo," ujar Kapolres Madiun AKBP Farman, kepada wartawan.

Menurut dia, penjagaan ketat dan pelarangan pesilat untuk masuk wilayah Kota Madiun tersebut guna menghindari kerusuhan yang rawan terjadi. Juga, untuk menghindari konvoi kendaraan bermotor para pesilat dalam jumlah yang besar.

Sesuai kesepakatan, para pimpinan perguruan silat di Madiun menyatakan akan mendukung pelarangan konvoi tersebut.

Ketua Umum PSH Tunas Muda Winongo, Agus Wiyono Santoso mengimbau agar warganya tidak berbuat anarkis saat Suran Agung. Hal itu untuk menjaga Kota Madiun tetap kondusif.

"Saya imbau warga PSH Tunas Muda Wionogo tetap menjaga keamanan dan ketertiban. Jangan melakukan konvoi supaya perayaan Suran Agung tahun ini lancar," ucapnya. (AY)

.

Categories:Nasional,
Tags:nasional,