Gedung Panin di Bintaro Roboh Lalin Macet hingga Malam

Gedung Panin di Bintaro Roboh Lalin Macet hingga Malam

Gedung Panin di kawasan Bintaro setinggi 21 lantai roboh Kamis (2/6/2016) siang sekitar pukul 14.30 WIB. (foto - ist)

Tangerang - Hingga menjelang tengah malam kemacetan panjang masih berlangsung di sepanjang jalan yang mengarah ke Flyover Bintaro, Sektor VII Pondok Aren Tangerang Selatan. Hal itu sebagai imbas penutupan ruas jalan di area depan Gedung Panin setinggi 21 lantai, yang roboh siang tadi sekitar pukul 14.30 WIB.

Menurut Kapolsek Pondok Aren, Kompol Indra Ranudikarta, penutupan jalan di depan gedung yang dibangun sejak 1995 itu belum bisa dipastikan hingga kapan. Sebab ada dugaan, sisi bangunan gedung lainnya berpotensi kembali roboh, sehingga bisa membahayakan. "Belum bisa kita pastikan kapan jalur ini akan dibuka kembali," kata Indra, Kamis (2/6/2016) malam.

Sejumlah aparat kepolisian dan Dinas Perhubungan Kota Tangsel pun terus berjaga di lokasi. Beberapa pengguna kendaraan, baik mobil dan sepeda motor dialihkan ke arah flyover seberang gedung tua tersebut, untuk kemudian memutar di Jalan Boulevard Bintaro.

Sementara petugas Polres Tangsel masih memeriksa 12 orang pekerja bangunan tua itu. Sejauh ini belum ditemukan adanya kelalaian atas robohnya gedung tersebut, meski ada keterangan yang menyebutkan besi-besi penopang gedung banyak yang dicabuti dan dijual. "Belum ada dugaan kelalaian atas ambruknya gedung itu. Saat ini, 12 orang pekerja masih diperiksa di Polres Tangsel," katanya.

Seperti diketahui, warga Bintaro Jaya Tangerang Selatan digegerkan oleh getaran dan dentuman keras, dari gedung milik Bank Panin Bank yang roboh. Sejumlah orang yang ada di sekitar gedung itu mengaku kaget. Dentuman keras dan getaran hebat dari gedung tua itu memang mengagetkan warga sekitar.

Kejadian itu sempat membuat warga dan karyawan beberapa kantor di sekitar lokasi panik. "Semuanya langsung berlari dan mendekat jendela untuk mengetahui kejadian sebenarnya. Pas ditengok ternyata gedung sebelah roboh," kata salah seorang karyawan bank swasta.

Polisi yang berada di sekitar lokasi mengatakan, gedung 21 lantai itu sengaja dirobohkan. Meski demikian, ia mengaku tak tahu alasan pemilik gedung merobohkan bangunan itu. "Ya, memang sengaja dirobohkan sama pemiliknya," katanya. Rangka bangunan yang dirobohkan itu mulai dikerjakan sejak awal Mei 2016. Ada 15 buruh yang dipekerjakan untuk merobohkan bangunan itu.

Kapolres Tangsel, Ayi Supardan menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Tangsel untuk memasang pembatas jalan atau barrier, guna menghalangi pengguna jalan yang hendak menuju ke Sektor 9. Hingga larut malam masih banyak warga dan pengguna kendaraan bermotor, yang melambatkan laju kendaraanya untuk melihat kejdian robohnya gedung Panin itu.

"Untuk TKP kita sudah beri police line, Kita minta warga dan pengguna jalan untuk tidak mendekat ke lokasi, karena dikhawatirkan terjadi roboh susulan," kata Ayi Supardan. Untuk pengguna jalan yang hendak mengarah ke sektor 9, polisi mengalihkan untuk melintasi fly over sektor 7 dan memutar arah dekat hotel Santika Bintaro. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,