Denda Kendaraan di Rest Area Tol Layu Sebelum Berkembang

Denda Kendaraan di Rest Area Tol Layu Sebelum Berkembang

Rest area di Ruas Tol Jagorawi KM 21 Bogor. (foto - ilustrasi)

Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akhirnya membatalkan rencana sanksi denda bagi kendaraan bermotor, yang berlama-lama di lokasi istirahat (rest area) tol selama arus mudik dan balik Lebaran 2016.
 
Denda yang direncanakan senilai Rp 250 ribu hingga Rp 500 ribu tersebut, dinilai sulit diwujudkan. Hukuman yang awalnya akan diterapkan untuk mengatasi penumpukan kendaraan dan kemacetan itu, dinilai tidak efektif dan efisien serta tidak masuk akal.
 
Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Pudji Hartanto, lembaganya tidak akan melanjutkan rencana itu. "Enggak bisa ditindaklanjuti. Kayaknya agak sulit (diterapkan)," kata Pudji. Kemenhub pun tengah mencari solusi sebagai pengganti dari rencana itu. 
 
Salah satu opsi yang disiapkan untuk memecah kemacetan di jalan tol saat libur Lebaran nanti adalah merekayasa lalu lintas. "Dicari jalan keluarnya melalui contra flow (lawan arus), sehingga pergantian di rest area nanti melalui imbauan," katanya.
 
Sementara itu, Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Inspektur Jenderal Polisi Agung Budi Maryoto, juga berencana melakukan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas tol saat mudik Lebaran nanti. Rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan kendaraan keluar ibukota.
 
"Kami akan lakukan contra flow di daerah Brebes timur, yang dari Jakarta ditambah satu jalur. Sebaliknya arus mudik seperti itu sama. Juga akan dilakukan contra flow di Jakarta," tegasnya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,