Ramadan, Pemkot Bandung Intensifkan Penanganan PMKS

Ramadan, Pemkot Bandung Intensifkan Penanganan PMKS

Kalangan mahasiswa pun peduli terhadap anak jalanan yang harus diberikan bimbingan dan pengarahan. (foto - ilustrasi/youtube)

Bandung - Memasuki bulan Ramadan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan lebih intensif menangani keberadan PMKS (penyandang masalah kesejahteraan sosial). Antara lain anak jalanan (anjal), gelandangan dan pengemis (gepeng). Hal itu perlu dilakukan mengingat jumlah PMKS yang datang ke Kota Bandung, cenderung terus meningkat.
 
Pemkot pun mulai bersiap untuk mengantisipasi hal tersebut memasuki bulan puasa ini. Diakui Walikota Bandung Ridwan Kamil, pihaknya telah menginstruksikan kepada Dinas Sosial untuk mengintensifkan pengawasan di kewilayahan.
 
"Sudah diinstruksikan trutama selama Ramadan ini, banyak PMKS yang berdatangan ke Kota Bandung. Itu kita giatkan di kewilayahan. Kalau di wilayah jalan protokol Insya Allah aman," kata Emil, Minggu (5/6/2016). Ia mengatakan, pihaknya juga menginstruksikan kepada Satpol PP, untuk melakukan penjangkauan PMKS yang masih berkeliaran di jalanan Kota Bandung.
 
"Karena Satpol PP akan giat terus, biasanya kalau di protokol enggak ada mereka larinya ke gang. Termasuk yang membawa gerobak, apapun itu semuanya akan kita tertibkan," tegasnya.
 
Selain itu, Ridwan Kamil juga menegaskan tidak boleh ada ormas yanhg melakukan sweeping ke tempat hiburan saat Ramadan. Segala bentuk penindakan hukum merupakan ranah kepolisian. "Jadi tidak boleh ada ormas yang melakukan sweeping. Sebab, ada aturan penegakan hukum, itu ranahnya kepolisian," katanya.
 
Emil  meminta masyarakat untuk mempercayakan kepada aparat kepolisian. Jika melihat ada tempat-tempat yang melanggar, masyarakat agar segera melaporkan kepada kepolisian. "Kalau ada ormas yang merasa tidak puas atas kondisi dan situasi, silakan konsultasikan dan laporkan ke Polrestabes. Nanti kepolisian yang akan menindaklanjuti berdasarkan hukum berlaku," katanya.
 
Pemerintah kota pun sejak jauh-jauh hari telah mengirimkan surat edaran kepada kalangan pengusaha hiburan di Kota Bandung, untuk tidak broperasi saat Ramadan. Jika ada tempat hiburan nekat buka, pemkot akan memberikan sanksi tegas. "Jadi tidak boleh ada yang melakukan tindakan sendiri-sendiri," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:,