4 Jadi Tersangka Buntut Tertangkapnya 13 Wanita di Cianjur

4 Jadi Tersangka Buntut Tertangkapnya 13 Wanita di Cianjur

Polisi Cianjur menangkap praktik prostitusi online melibatkan dua mucikari beserta dua kaki tangan serta 13 perempuan di Vila Cipendewa Dewa Ciherang Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur. (foto - ist)

Cianjur - Kepolisian Resor Cianjur berhasil menangkap praktik prostitusi online, yang melibatkan dua mucikari beserta dua kaki tangannya dan 13 perempuan, dua di antaranya masih di bawah umur. Penangkapan itu dilakukan di Vila Cipendewa Dewa Ciherang Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur, yang dijadikan tempat untuk menghibur dan melayani tamu.
 
Menurut Kasat Reskrim Polres Cianjur Beny Cahyadi saat gelar ekspose di Mapolres Cianjur, Senin (6/6/2016) pengungkapan kasus itu diawali adanya laporan dari masyarakat wilayah Pacet Cipanas, yang merasa resah dan curiga banyaknya kaum muda mudi yang berkumpul di vila itu. 
 
Penelusuran pun dilakukan dengan penyamaran, yakni petugas menyamar menjadi konsumen. Lalu dilakukan penggerebekan di dua vila yang dimaksud, dan berhasil menangkap keempat tersangka beserta 13 korban dengan rentang usia 16-26 tahun.
 
Di vila pertama, petugas berhasil mengamankan 6 orang, yakni seorang perempuan berinisial DA (35) sebagai mucikari, dan SY (35) yang jadi kaki tangannya. Serta empat perempuan berinisial WL (26), PT (19), RF (18) dan RSD (19).
 
Setelah dilakukan pengembangan, tak jauh dari vila itu ditemukan seorang mucikari lain yang masih satu jaringan, yakni SS (40). Di vila kedua, polisi berhasil mengamankan kaki tangan SS, yakni EAG (30) beserta sembilan perempuan, yakni IY (23), LS (26), MDR (19), TY (20), SS (22), ML (16), RNS (23), SA (22) dan IE (24).
 
Dalam penangkapan di dua lokasi itu, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang tunai Rp 4,85 juta, 2 unit motor, 4 unit telefon seluler dan 4 bungkus kondom. Dalam praktiknya prostitusi ini menggunakan layanan "chat" online untuk promosi. 
 
Disebutkan, mucikari membuat akun dan menawarkan jasa disertai foto perempuan, dengan tarif  sekitar Rp 1 hingga Rp 3 juta. "Pemesanan dilakukan dengan cara mucikari mengirimkan foto perempuan via BBM. Awalnya mucikari menawarkan dua foto anak di bawah umur dengan tarif Rp 3 juta. Sementara yang lainnya dipatok Rp 1 juta. Untuk anak di bawah umur, mereka mematok harga lebih tinggi,” katanya.
 
Menurut Beny, setelah dipesan lalu kaki tangan yang mengantarkan perempuan itu ke vila. Harga yang dibanderol pun berbeda bergantung fisik dari korban. Pihaknya menduga adanya perdagangan manusia dengan mengeksploitasi anak di bawah umur.
 
Untuk itu, ke-13 korban, telah berada dalam naungan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Cianjur, untuk mendapatkan pembinaan. Sementara keempat pelaku, baik mucikari dan kaki tangannya resmi menjadi tersangka. 
 
Keempat tersangka itu terbukti melakukan perbuatan tindak pidana perdagangan orang, sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 2 dan Pasal 10 UU RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang. Subsider Pasal 55 KUHP juncto 396 KUHP dengan ancaman hukuman pidana paling lama 15 tahun penjara. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,