Gelombang Pasang Terjang Warung di Pantai Gunungkidul

Gelombang Pasang Terjang Warung di Pantai Gunungkidul

Gelombang Pasang Terjang Warung di Pinggir Pantai Gunungkidul. (foto - ist)

Yogyakarta - Gelombang pasang menerjang ratusan bangunan di sepanjang pantai selatan Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pemerintah kabupaten Gunungkidul mengimbau masyarakat ,agar tidak mendirikan bangunan di sepadan pantai.
 
"Selain melanggar undang-undang, membangun lapak atau gazebo di sepadan pantai akan berbahaya jika gelombang pasang menerjang," kata Wakil Bupati Gunungkidul DI Yogyakarta Immawan Wahyudi, Kamis (9/6/2016).
 
Pemda Gunungkidul tidak akan memberikan kompensasi dalam bentuk uang, kepada korban yang mengalami kerugian akibat gelombang tinggi itu. Sebab, mereka melanggar aturan. Namun, Pemkab tetap memberikan bantuan untuk mengevakuasi warga melalui Badan Penanggulangan Bencara Daerah (BPBD), tim SAR, Tagana, TNI dan Polri.  
 
"Kami tidak berani memberikan kompensasi karena bangunan di sini menyalahi aturan," katanya. Ia berjanji, setelah para pedagang dipindahkan lokasi, Pemkab akan menanam pandan laut untuk mencegah abrasi. Keberhasilan pariwisata di pantai memiliki dua kunci  utama, yaitu keselamatan dan pemeliharaan lingkungan. "Nanti akan ada penanaman pohon pandan di sepanjang pantai," tegasnya.
 
Sementara itu, Camat Tanjungsari Witanto mengaku pihaknya sudah memberikan teguran kepada masyarakat yang membangun warung dan gazebo di dekat bibir pantai, karena akan merusak keindahan alam dan juga lingkungan.
 
“Kami sudah berulang kali mengingatkan, namun tidak banyak mendapat respon, sehingga dari hari ke hari bangunan liar di kawasan pinggir pantai semakin banyak," katanya.
 
Menurut Witanto, kerugian yang harus dialami warga terjadi karena kesalahan mereka sendiri, sehingga tanggung jawabnya bukan pada pemerintah. "Sebab bangunan yang jauh dari pantai dan dibangun sesuai ketentuan tetap aman,” katanya. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,