Flyover Antapani Sebuah Proyek Inovasi Teknologi Baru

Flyover Antapani Sebuah Proyek Inovasi Teknologi Baru

Pembangunan jembatan layang Antapani Kota Bandung menggunakan teknologi baru pertama di Indonesia. (foto - facebook)

Bandung - Pembangunan jembatan layang (flyover) Antapani Kota Bandung merupakan proyek pertama di Indonesia yang menggunakan struktur baja bergelombang, hasil studi kelayakan dan kajian Puslitbang Jalan dan Jembatan. Hal itu diapresiasi Pemprov Provinsi Jawa Barat atas kerja sama Puslitbang Jalan dan Jembatan Pemkot Bandung, dan Posco Krakatau Steel Korea.
 
Menurut Plh Gubernut Jawa Barat Deddy Mizwar pada acara "groundbreaking" jalan layang Antapani di Jalan Terusan Jakarta, Kota Bandung, Jumat (10/6/2016) hadirnya inovasi rancang bangun kombinasi timbunan ringan (Corrugated Mortar Busa Pusjatan), waktu tempuh pengerjaannya bisa dipercepat hingga 60 persen dan biaya tiga kali lebih efisien dibanding struktur beton bertulang.
 
Pada umumnya, untujk proyek itu biayanya mencapai Rp 120 miliar, namun dengan teknologi itu bisa dipangkas menjadi Rp 40 miliar tanpa mengabaikan kekuatan jembatan. "Kami  berharap pembangunan proyek percontohan flyover ini berjalan lancar. Sehingga bermanfaat untuk mengurangi tingkat kemacetan lalu lintas akibat tingginya volume kendaraan di Kota Bandung," katanya.
 
Dengan demikian, penerapan teknologi itu dapat berimplikasi positif terhadap penghematan bahan bakar, dan pengurangan polusi udara. Selain itu, akan mempengaruhi peningkatan jumlah dan lama kunjungan wisatawan, peningkatan produktivitas dan indeks kebahagiaan warga.
 
Selain itu mendorong pertumbuhan sektor jasa, pariwisata, perdagangan, industri kreatif dan sektor strategis lainnya, sehingga pada akhirnya akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara lebih merata. Dengan inovasi teknologi yang mampu menghemat waktu dan uang, diharapkan ke depan teknologi itu dapat menjadi alternatif dalam mengakselerasikan pembangunan infrastruktur di titik-titik kemacetan lainnya.
 
Rencanakan bangun flyover di 30 titik

Sementara itu, Walikota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, hadirnya flyover Antapani dengan teknologi modern dapat menjadi rolemodel atau percontohan untuk Kota/Kabupaten lainnya di Indonesia.

"Alhamdulillah Bandung menjadi percontohan untuk teknologi ini. Lewat teknologi ini, memiliki harga murah dan waktu yang cepat setengah dari waktu normal," katanya seusai groundbreaking di kawasan Jalan Jakarta Kota Bandung. 

Menurut Emi ini, Kota Bandung sedikitnya membutuhkan 30 titik atau lokasi untuk pembuatan pengerjaan flyover lainnya, hanya saat ini masih proses studi. "Saya sangat bersemangat, ke depan 30 titik jalan di Bandung akan dibuat flyover, dengan dana hanya sekitar Rp 1 triliun untuk semua flyover. Apalagi, pak menteri katanya komitmen menambahi satu titik dengan dana Kementrian PUPR, untuk bereksperimen lokasi yang berlintasan dengan kereta api," katanya.

Untuk itu, ia meminta maaf kepada warga Bandung khususnya warga Antapani dan sekitarnya, apabila selama pembangunan mengganggu kenyamanan. "Kepada warga Bandung khususnya Antapani, kami mohon maaf selama enam bulan ada ketidaknyamanan," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,