Warga Louisville Sambut Jenazah Ali di Sepanjang Jalan

Warga Louisville Sambut Jenazah Ali di Sepanjang Jalan

Warga Lousiville berjeje din sepanjang jalan menyambut Iring-iringan mobil jenazah Muhammad Ali berangkat dari Rumah Duka Sons Funeral, untuk mengelilingi Louisville, Kentucky Amerika Serikat. (foto - ist)

Louisville - Iring-iringan mobil jenazah Muhammad Ali mulai berangkat dari Rumah duka Sons Funeral untuk berkeliling di Kota Louisville, Kentucky Amerika Serikat, Jumat (10/6/2016). Sejumlah petinju dunia pun tampak turut mengusung petimati Ali ke mobil jenazah, yang berpelat nomor A.D.Porter.

Sementara di depan rumah duka sudah berbaris warga Louisville menutup jalan, untuk memberikan penghormatan terakhir sekaligus menyaksikan iring-iringan jenazah. Mereka serempak meneriakkan, "Ali...Ali...Ali" yang di pinggir jalan.

Ribuan bahkan puluhan ribu warga terlibat dalam proses melepas kepergian sang petinju legendaris itu kembali ke Yang Maha Kuasa. Timothy Gianotti, seorang cendekiawan Islam yang bekerja selama bertahun-tahun dengan keluarga Muhammad Ali mengaku, dirinya ikut membantu merencanakan acara pengajian tradisional Muslim.

Melaksanakan proses pemakaman Muslim, keluarga Ali sudah mempersiapkan selama 10 tahun agar prosesi itu juga bisa beradaptasi dengan kultur Barat. Pencetus sekolah kesenian Muslim Zaytuna College di Berkeley California, Imam Zaid Shakir memimpin penghormatan tersebut. "Allahu Akbar" pun dikumandangkan Imam Shakir berkali-kali di depan peti jenazah Ali, yang dibalut kain hitam dan emas.

Seperti dilansir BBC, ribuan orang hadir dalam salat jenazah almarhum yang digelar di Freedom Hall, di kota kelahirannya, Louisville. "Proses pemakaman selama dua hari ini sudah direncanakan oleh Ali beberapa tahun sebelum kematiannya. Ali ingin salat yang dilakukan umat Muslim, yang dikenal sebagai salat jenazah, sebagai momen pembelajaran," kata  Zaid Shakir.

Muslim yang hadir dan menonton salat jenazah melalui TV berharap, salat jenazah untuk almarhum Ali akan membantu warga Amerika lebih memahami Islam dan ibadah dalam agama itu. Di antara hadirin terlihat tokoh-tokoh dari dunia tinju dan pergerakan hak-hak sipil.

Sementara para pemimpin dunia dan selebritas hadir di pemakaman Muhammad Ali, termasuk mantan Presiden AS Bill Clinton dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Namun Presiden Barack Obama tidak bisa hadir karena putri sulungnya diwisuda pada hari yang sama.

Sebelum dimakamkan, iring-iringan mobil jenazah Muhammad Ali mengelilingi Kota Louisville, guna mengenang beberapa tempat yang bersejarah bagi almarhum. Sekitar 15 ribu tiket gratis untuk menghadiri pemakaman ludes dibagikan hanya dalam kurun waktu 1 jam setelah disediakan. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,