Mantan Agen CIA Itu Blak-Blakan Soal Konflik AS dan Islam

Mantan Agen CIA Itu Blak-Blakan Soal Konflik AS dan Islam

Amaryllis Fox

California - Insiden penembakan massal di sebuah kelab malam "Pulse" Orlando California Amerika Serikat (AS), telah menelan korban jiwa sedikitnya 50 dan puluhan lainnya mengalami luka-luka. Pelaku yang beraksi seorang diri diketahui Omar Mateen, berhasil ditembak mati selang tiga jam kemudian.
 
Sejumlah aparat kepolisian setempat menduga, aksi Omar Mateen tersebut dilatarbelakangi oleh pemikiran radikal, yang terkait dengan jaringan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Tak dipungkiri, kasus tersebut membuat Islamophobia kembali merebak di AS.

Namun demikian, berbeda dengan pandangan publik, mantan agen rahasia Badan Intelijen Pusat (CIA) mengemukakan pandangannya. Ya, ia adalah Amaryllis Fox yang melihat adanya kesalahan yang dilakukan pemerintahnya dalam berhubungan dengan dunia Islam dan Timur Tengah.

Saat masih aktif, wanita yang mengaku bertugas di bawah jaringan klandestin CIA itu bertugas dan bekerja secara rahasia. Terutama dalam rangka mengungkap sepak terjang terorisme serta intelijen. Pekerjaan tersebut telah dilakoninya selama 10 tahun terakhir ini.

Fox pernah ditugasi ke Timur Tengah untuk mencegah aksi terorisme masuk ke negaranya. Di sanalah sepertinya ia menemukan perbedaan pandangan antara penduduk muslim serta warga AS yang saling bertentangan. "Jika anda berjalan di Irak atau Suriah dan bertanya mengapa AS menjatuhkan bom, anda mendapat jawaban 'mereka sedang memerangi Islam," kata Fox.

Sementara itu, pandangan negatif publik AS semakin menjadi-jadi paska-runtuhnya gedung World Trade Center (WTC). Mereka menganggap umat Muslim membenci AS karena berdiri sebagai negara bebas.

Menurut Fox, ada sebagian kecil orang yang seperti membuat cerita seperti itu terus bergulir, sehingga orang-orang saling membunuh. Padahal, hal itu harusnya bisa dicegah. Sebab, di lapangan yang terjadi akhirnya orang-orang berjuang untuk mempertahankan diri, dan menjaga keluarga mereka dari peperangan. 
 
Jadi, mereka berusaha dan mempertahankan diri bukan karena ideologi mereka. "Apabila anda mendengar mereka dan jika anda punya cukup keberanian untuk mendengarkan cerita mereka, anda bisa melihat lebih dibandingkan dengan yang tidak tampak. Anda pun akan membuat keputusan yang sama," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Politik,
Tags:,

terkait

    Tidak ada artikel terkait