Netizen Sebut Donasi untuk Bu Eni Murni Kemanusiaan

Netizen Sebut Donasi untuk Bu Eni Murni Kemanusiaan

Warung Bu Eni ketika diobrak-abrik dan seluruh makanannya

Serang - Donasi dari netizen untuk Bu Saeni (Bu Eni), pemilik warung makan tegal (warteg) yang diobrak-abrik dan makanannya diangkut oleh petugas Satpol PP Serang, akhirnya diberikan oleh penggagas donasi, Dwika Putera. Bantuan yang berhasil digalang itu murni untuk kemanusiaan, dan tidak terkait dengan agama maupun politik.
 
"Bantuan ini murni mengenai kemanusiaan. Ini bukan tentang agama ataupun tentang politik. Ini semua tentang kita kepedulian bersama," kata Dwika, seusai memberikan donasi tersebut kepada Bu Eni di Serang, Rabu (15/6/2016). 
 
Diharapkan, pasca-disalurkannya bantuan tersebut nantinya bisa tepat guna dan tepat manfaat. 
"Harapan kita tentunya semoga ini bisa tepat guna dan tepat manfaat bagi Bu Eni sendiri," katanya.

Dwika juga berharap, agar ini menjadi pembelajaran atas kepedulian terhadap sesama. Menurutnya, dari kepedulian itu gerakan penggalangan donasi itu bisa berjalan. "Agar ini semua menjadi kepedulian terhadap sesama. Karena memang itulah yang menjadi awal dari gerakan ini," tegasnya.
 
Seperti diketahui, video razia warung makanan milik Bu Saeni alias Eni di Serang Banten, di media sosial belakangan menjadi viral. Netizen pun berbondong-bondong mengumpulkan rupiah, untuk turut membantu meringankan Bu Eni.
 
Dana yang dihasilkan dalam penggalangan itu mencapai sebesar Rp 265.534.758,30. Uang tersebut diberikan kepada Saeni sebesar Rp 170.844.166,80, sedangkan kepada pedagang lain yang juga mengalami hal yang sama Rp 92.690.591,50.
 
Dalam lama kitabisa.com/bueni dijelaskan, selama 24 jam Tim Patungan Netizen berdiskusi dan berkonsultasi dengan beberapa lembaga yang kompeten dan relevan, antara lain konsultasi awal dengan LBH Jakarta.
 
"Hal itu untuk memastikan keabsahan penyerahan dan penyaluran bantuan di mata hukum. Didiskusikan juga porsi pembagian donasi, baik untuk Bu Eni maupun kepada pemilik warung lainnya," tulis Tim Patungan Netizen.
 
 Tim Patungan Netizen lalu siap menyalurkan dana itu bekerjasama dengan Pimpinan Pusat GP Ansor. "Kerja sama itu diinisiasi oleh Tim Patungan Netizen, untuk memastikan proses penyerahan yang dapat dipercaya oleh publik," katanya.
 
Klarifikasi dari Tim Patungan Netizen terkait pembagian dana:
- Pada awal pembukaan rekening penggalangan dana (11 Juni 2016, jam 00.40), tujuan yang ditulis hanyalah untuk ibu Eni saja.
- Pada tanggal 11 Juni 2016 jam 9.46 pagi, tujuan yang tertulis adalah juga untuk orang-orang yang terkena imbas di daerah Serang dan Lebak.
- Pada tanggal 11 Juni 2016 jam 12.46 siang, tim penggalang dana mengeluarkan klarifikasi mengenai hal ini, dan menawarkan pengembalian dana atau penyaluran terpisah kepada donatur yang tidak setuju terhadap penambahan penerima donasi ini.
- 100 persen uang donasi yang diberikan hingga klarifikasi jam 12.46 siang akan disalurkan kepada Ibu Eni, sejumlah Rp 80.153.575,30.
- 50 persen uang donasi yang diberikan setelah itu, akan juga disalurkan kepada Ibu Eni, sejumlah Rp 92.690.591,50
- 50 persen yang lain akan disalurkan kepada pemilik warung yang lain, yang terkena razia pada hari yang sama, juga sejumlah Rp 92.690.591,50
- Seluruh uang ekses yang diterima setelah penutupan donasi akan diserahkan kepada pemilik warung lainnya, dengan jumlah yang akan di-update kemudian. (Jr.)**

 

.

Categories:Daerah,
Tags:,

terkait

    Tidak ada artikel terkait