Muslim Australia Jalankan Ibadah Puasa Kurang 10 Jam

Muslim Australia Jalankan Ibadah Puasa Kurang 10 Jam

Suasana bulan Ramadan Australia. (foto - ilustrasi)

Jakarta - Ramadan di Benua Australia waktunya bersamaan dengan Indonesia, yakni pada 6 Juni 2016. Namun, umat Muslim yang berpuasa di Negeri Kanguru tersebut boleh sedikit gembira, karena pada tahun ini Ramadan berlangsung selama musim dingin.
 
Artinya, siang hari lebih pendek di Australia dibandingkan dengan di banyak negara lain di dunia. Termasuk dibandingkan dengan Indonesia, yang umat muslimnya berpuasa sekitar 12 jam per hari.
 
"Misalnya,  pada Rabu 15 Juni 2016 di Sydney, matahari terbit pukul 06.58 dan terbenam pukul 16.53. Dibandingkan dengan Stockholm, Inggris, matahari terbit pukul 03.31 dan terbenam pukul 22.04," demikian keterangan resmi dari Kedutaan Besar Australia di Indonesia, mengenai situasi Ramadan di sana. 
 
Hal itu disampaikan Duta Besar Australia Paul Grigson dalam acara buka puasa bersama di kediamannya, Rabu (15/6/2016). Selain awak media, turut hadirsejumlah warga Indonesia lulusan perguruan tinggi di Australia, untuk menceritakan pengalaman mereka. 
 
Antara lain, Raja Juli Antoni yang kini menjabat sebagai sekretaris jenderal (sekjen) Partai Solidaritas Indonesia. Pria yang akrab dipanggil Toni itu dulunya menempuh gelar Ph.D dari School of Political Science and International Studies di University of Queensland. Serta Nina Nurmila, yang kini bekerja di Komnas Perempuan, menyelesaikan S-2 di Universitas Murdoch di Perth, Australia.
 
Berdasarkan kisah mereka, Ramadan di Australia tidak jauh berbeda dengan di Indonesia. Meski minoritas, tetapi mereka tetap dihargai dan bisa leluasa dalam menjalankan ibadah puasa.
 
Ada sedikitnya 500 ribu warga muslim yang menetap di Australia, dari jumlah keseluruhan populasi per 1 Januari 2016 sebanyak sekitar 24 juta orang. Hampir 40 persen komunitas agama terbesar keempat di Negara Benua itu lahir di sana, sedangkan 60 persennya datang dari negara-negara Asia, Timur Tengah, Eropa dan Afrika.
 
Berdasarkan data yang dimiliki Kedubes Australia di Jakarta, Islam merupakan salah satu agama dengan perkembangan tercepat di Australia. Meski sejauh ini umat muslim terkonsentrasi hanya di kawasan Sydney dan Melbourne, sedikitnya ada 175 masjid didirikan di seluruh negara di Pasifik Selatan itu. Sementara jumlah terbanyak berada di New South Wales. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,