Panitera PN Jakarta Utara Itu 'Menginap' di Rutan KPK

Panitera PN Jakarta Utara Itu 'Menginap' di Rutan KPK

Panitera muda Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara Rohadi. (foto - ist)

Jakarta - Setelah ditetapkan menjadi tersangka oleh penyidik KPK, panitera muda Pengadilan Negeri Jakarta Utara Rohadi resmi ditahan, Kamis (16/6/2016). Rohadi diduga menerima suap untuk upayanya meringankan vonis perkara pencabulan, dengan terdakwa Saipul Jamil.

Setelah ditangkap KPK, Rohadi pun menyelesaikan pemeriksaan hingga sekitar pukul 22.30 WIB. Dia tampak telah mengenakan rompi tahanan berwarna oranye. Saat keluar dari Gedung KPK, Rohadi memilih bungkam saat dikonfirmasi sejumlah wartawan. 

Termasuk dugaan, dia adalah pihak yang meminta uang, serta dugaan keterlibatan hakim dalam suap tersebut. Dia hanya diam dan langsung masuk ke dalam mobil tahanan. Sebelum penahanan Rohadi, penyidik menahan Berthanatalia Rukuk Kariman, Pengacara Saipul Jamil yang juga tersangka dalam kasus itu. 

Saat akan masuk mobil tahanan, Bertha sempat menyebutkan Rohadi merupakan orang yang meminta uang suap kepada pihaknya. "Rohadi yang meminta uang," katanya.

Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati membenarkan mengenai penahanan terhadap kedua tersangka itu. Keduanya akan ditahan di Rutan KPK. "Ditahan untuk 20 hari pertama," katanya.

Seperti diketahui, penyidik telah menetapkan 4 orang tersangka dalam kasus dugaan suap penanganan perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Keempat orang itu adalah Bertanatalia Rukuk Kariman, Kasman Sangaji, Samsul Hidayatullah dan Rohadi.

Berta dan Kasman merupakan pengacara Saipul Jamil, sedangkan Samsul diketahui adalah kakak kandung dari Saipul. Ketiganya diduga telah memberikan suap kepada Rohadi, Panitera Muda Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Suap diberikan agar Majelis Hakim memberikan vonis ringan dalam perkara pencabulan dengan terdakwa Saipul Jamil. KPK telah mendapat dugaan sumber uang suap itu berasal dari Saipul. Rohadi ditangkap setelah dia menerima uang Rp 250 juta dari Saipul. 

Transaksi dilakukan sehari setelah vonis dijatuhkan hakim terhadap Saipul. Pada putusannya, Saipul divonis 3 tahun penjara, lebih ringan daripada tuntutan Jaksa selama 7 tahun dan denda Rp 100 juta. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,