'Kelaparan' Picu Kerusuhan dan Penjarahan di Venezuela

'Kelaparan' Picu Kerusuhan dan Penjarahan di Venezuela

Ratusan orang ditahan terkait kerusuhan yang dipicu oleh 'Kelaparan' di Venezuela. (foto - ist)

Caracas - Sedikitnya 400 orang warga ditangkap dalam kerusuhan dan penjarahan, akibat masalah kelaparan di Venezuela. media lokal melaporkan, lebih dari 100 toko di kota pesisir Cumana dijarah, sementara satu orang dilaporkan tewas dalam peristiwa itu.

Dilansir BBC, baru-baru ini Venezuela masuk dalam daftar negara dengan tingkat inflasi tertinggi di dunia, di mana orang dapat antre selama berjam-jam untuk mendapat makanan bersubsidi. Pihak oposisi menyalahkan pemerintah atas peristiwa kelaparan tersebut, dengan menyebut pemerintah salah urus. 
 
Sementara itu, pemerintah membalas tuduhan dengan mengatakan, tragedi ini adalah bagian dari perang ekonomi yang dilancarkan untuk memaksa Presiden Nicolas Maduro mundur dari jabatannya. Anggota Kongres dari pihak oposisi, Milagros Paz mengatakan, sebagian besar toko dijarah. "Pihak berwenang belum mengakui, telah terjadi darurat distribusi makanan," kata Paz kepada media lokal, El Universal.

Namun pernyataan berbeda diungkapkan Gubernur Sosialis Sucre, Luis Acuna. Menurutnya, hanya toko pakaian, optik, dan minuman keras yang menjadi sasaran penjarahan. Anggota parlemen dari Partai PSUV pimpinan Presiden Maduro, Diosdado Cabello menyalahkan oposisi atas demonstrasi berkelanjutan.

"Kerusuhan ini ulah kelompok fasis. Jangan katakan pada saya bahwa dongeng ini bentuk protes spontan," ujarnya. Pasokan makanan dan obat-obatan menipis sedangkan aksi protes terus berlanjut di negara itu.

Sementara organisasi non-pemerintah, Venezuelan Violence Obeservatory menyatakan, setidaknya 10 kasus penjarahan terjadi setiap harinya. Sejarah mencatat, Venezuela sebagai negara kaya. Minyak berlimpah ruah di negara itu, melebihi jumlah yang ada di Arab Saudi. 

Belakangan, krisis memaksa negara itu melakukan pemadaman bergilir, dan demi alasan penghematan pegawai negeri dikurangi jam kerjanya. Harga minyak yang terjun bebas di pasar dunia membuat Venezuela semakin kelimpungan.

Warisan krisis ini disebut merupakan peninggalan Hugo Chavez. Naiknya Maduro yang sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden, tidak mampu membantu untuk memperbaiki keadaan membuat Venezuela justru diklaim 'salah urus'. (Jr.)**
 
.

Categories:Internasional,
Tags:,