Diringkus, Bankir Gelapkan Uang Nasabah Rp 1,2 Miliar

Diringkus, Bankir Gelapkan Uang Nasabah Rp 1,2 Miliar

Diringkus, Bankir Gelapkan Uang Nasabah Senilai Rp 1,2 Miliar. (foto - ilustrasi)

Jakarta - Gelapkan uang milik nasabah senilai Rp 1,2 miliar, seorang wanita bernama Nila Nurani, karyawan Bank Dinar ditangkap tim kepolisian Subdit Fiskal Moneter dan Devisa Polda Metro Jaya. Nila dibekuk Jumat malam lalu pukul 22.30 WIB, di Bank Dinar cabang pembantu Candranaya Jembatan Besi II No.. 26 Jakarta Barat.

"Tersangka melakukan aksinya sejak awal 2015 hingga Februari 2016. Tersangka ditangkap atas pasal pemalsuan dan penggelapan, dalam jabatan dan perbankan dan atau pencucian uang," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Sutiono di Jakarta, Sabtu (18/6/2016).

Tersangka Nila selaku funding officer Bank Dinar KCP Candranaya Jembatan Besi telah memalsukan bilyet deposito berjangka Bank Dinar. Yakni dengan cara melakukan proses penempatan dana dalam bentuk deposito atas nama Kwan dan Dian. 

Setelah bilyet deposito terbit maka warkat disimpan oleh tersangka, dan yang diserahkan kepada nasabah warkat bilyet deposito palsu. "Tersangka sudah bekerja di bank itu sejak Desember 2014.Tersangka menerima penyetoran dana dalam bentuk deposito atas nama Kwan dan Dian dalam jangka waktu enam bulan, dan oleh tersangka prosesnya diubah menjadi jangka waktu satu bulan," katanya.

Saat jatuh tempo, tersangka mencairkan tanpa seizin dan sepengetahuan nasabah dengan memalsukan tanda tangan nasabahnya. Praktik itu oleh tersangka dilakukan sejak Januari 2015 hingga Februari 2016, dengan jumlah dana seluruhnya yang sudah dicairkan oleh tersangka Rp 1,2 miliar.

Pelaku diancam dengan pasal berlapis dengan ancaman hukuman minimal enam tahun penjara dan denda minimal Rp 1 miliar. Dalam penangkapan itu, barang bukti yang juga ikut diamankan berupa:

- Lima lembar bilyet deposito berjangka Bank Dinar asli atas nama Kwan Rosalena, jumlah total sebesar Rp 530 juta.

- Empat lembar bilyet deposito berjangka Bank Dinar asli atas nama Dian Agustina, jumlah total sebesar Rp 125 juta.

- Tiga lembar bilyet deposito berjangka Bank Dinar yang diduga palsu atas nama Dian Agustina, jumlah total  sebesar Rp 250 juta.

- Tiga lembar bilyet deposito berjangka Bank Dinar yang diduga palsu atas nama Kwan Rosalena, jumlah total  sebesar Rp 300 juta.

- Satu lembar surat tanda penerimaan laporan kehilangan barang/kerusakan/surat-surat penting nomor: 1507/B/IV/2016/Polsubsektor Jembatan Besi tanggal 25 April 2016 atas nama pelapor Nila Nurani.

- Satu unit mobil Nisan Grand Livina warna hitam no pol: B 1582 BVK. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,