Gunung Slamet Masih Berstatus 'Siaga'

Gunung Slamet Masih Berstatus 'Siaga'

Gunung Slamet Masih Berstatus 'Siaga'

Purwokerto - Status Siaga Gunung Slamet masih belum berubah. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), belum berencana mengevaluasi status Gunung Slamet yang berada di lima kabupaten, yaitu Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes.


"Belum, belum ada rencana evaluasi status. Kalau evaluasi, setiap hari memang dievaluasi, tapi statusnya masih ditetapkan di level Siaga," kata Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Slamet PVMBG, Sudrajat, di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Senin (10/11).

Menurutnya, hal itu disebabkan aktivitas kegempaan Gunung Slamet masih tinggi. Kendati demikian, aktivitas Gunung Slamet cenderung menurun jika dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya.

Gunung Slamet, lanjutnya secara visual hanya mengembuskan asap berwarna putih tipis hingga tebal dan tidak terlalu tinggi. "Hanya saja secara perangkat, indikasinya masih tinggi, masih banyak kegempaan, kemudian deformasi juga masih menunjukkan aktivitas yang tinggi. Hasil evaluasi pusat masih seperti itu," katanya.

Terkait aktivitas kegempaan, gempa-gempa embusan yang hingga saat ini masih terekam di Pos PGA Slamet, Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang. Sementara untuk gempa tremor, kata dia, dalam beberapa hari terakhir tidak terekam.

Sudrajat mengatakan, berdasarkan pengamatan yang dilakukan, Senin (10/11) pukul 00.00--06.00 WIB, Gunung Slamet secara visual teramati mengembuskan asap putih tebal setinggi 100--200 meter dari puncak, sedangkan dari sisi kegempaan terekam gempa embusan sebanyak 172 kali.

"Status Gunung Slamet masih tetap Siaga, masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 4 kilometer. Di luar radius tersebut, masyarakat tetap bisa beraktivitas seperti biasa," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:bencana,