Terkait Kasus RS Unair, Penyidik KPK Periksa La Nyalla Selasa Ini

 Terkait Kasus RS Unair, Penyidik KPK Periksa La Nyalla Selasa Ini

Terkait kasus korupsi RS Universitas Airlangga, penyidik KPK periksa La Nyalla Selasa ini. (foto - ist)

Jakarta - Mantan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur La Nyalla Mattalitti, diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (21/6/2016) ini. Kini, La Nyalla tengah berada dalam penahanan penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, karena berstatus sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah.

"Iya, La Nyalla akan diperiksa oleh KPK Selasa ini," kata Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Arminsyah. Ia menyebutkan, pihaknya siap untuk memfasilitasi pemeriksaan penyidik KPK terhadap La Nyalla. Terkait teknis pemeriksaan, Arminsyah menyerahkan sepenuhnya kepada penyidik KPK.

"Saya serahkan kepada KPK, apa KPK akan bawa ke sini (Gedung KPK), kita persilakan. Apakah akan memeriksa di Kejagung, kita akan fasilitasi," katanya.

Sementara itu, Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha menyatakan, pihaknya memang melakukan koordinasi dalam penanganan perkara di Jawa Timur. Kasus yang ditangani Kejati Jatim dan KPK, sama-sama mempunyai keterkaitan dengan La Nyalla.

Terkait pemeriksaan La Nyalla yang akan dilakukan KPK, Priharsa mengaku belum mendapat informasi lebih lanjut. Ia menduga, pemeriksaan La Nyalla terkait dugaan korupsi di Rumah Sakit Universitas Airlangga, Surabaya.

La Nyalla sempat diminta keterangannya saat kasus itu masih tahap penyelidikan. Kantor La Nyalla saat itu sempat menjadi lokasi penggeledahan penyidik. "Jika penyidik merasa membutuhkan untuk memanggil La Nyalla, kita akan koordinasi dengan pihak kejaksaan untuk memeriksa," katanya.

Seperti diketahui, KPK tengah mendalami dugaan keterlibatan pihak lain dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit Universitas Airlangga tahun 2010. Termasuk dugaan keterlibatan La Nyalla Mattalitti. Perusahaan La Nyalla disebut-sebut merupakan pemenang tender proyek pembangunan itu.

Priharsa menyebutkan, kasus itu telah dalam tahap penyidikan KPK. Dua orang telah ditetapkan sebagai tersangka, yakni Direktur Marketing PT Anugerah Nusantara, Mintarsih serta Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kemenkes, Bambang Gianto Rahardjo.

Penyidik akan mendalami fakta yang muncul dalam proses penyidikan. Termasuk mengenai perusahaan La Nyalla selaku vendor dalam proyek tersebut. "Faktanya akan didalami, setiap pernyataan saksi akan di-crosscheck," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,