Kemenhub Segera Kaji Rencana Pembatasan Sepeda Motor

Kemenhub Segera Kaji Rencana Pembatasan Sepeda Motor

Sepeda motor masih merupakan moda transportasi mudik bagi sebagian masyarakat. (foto - ilustrasi)

Jakarta - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan segera mengkaji pembatasan pengoperasian sepeda motor. Hal itu mengacu pada peningkatan jumlah sepeda motor di Pulau Jawa, yang dianggap sudah terlalu banyak dan menjadi persoalan utama saat mudik Lebaran.

Menurut Jonan, hal itu tentu disebabkan produksi sepeda motor yang terus meningkat. Kajian pembatasan pengoperasian sepeda motor tersebut dinilai penting untuk dilakukan, karena moda transportasi roda dua ini menjadi penyumbang kecelakaan yang terbesar.

"Untuk roda dua ini nanti kami coba lihat setelah Lebaran, karena kalau dilakukan secara mendadak enggak bisa," kata Jonan seusai rapat di Komisi V DPR RI, Senin (20/6/2016).

Oleh karena itu Jonan menyetujui jika sepeda motor tidak diperuntukkan untuk angkutan jarak jauh jika dilihat dari berbagai sisi. Sebagai negara kepulauan, Kemenhub akan mempertimbangkan apakah sepeda motor akan dibatasi.

"Itu akan kita lihat, misalnya dalam jangka waktu 12 bulan ke depan setelah operasi Lebaran, kita adakan pembatasan. Misalnya, kata Pak Rendi (Komisi V) motor tidak boleh jarak jauh, kita akan setuju, dan motor pelat Jabodetabek ya sudah tidak boleh ke luar wilayah Jabodetabek," katanya.

Sejauh ini, Kemenhub sudah berkoordinasikan hal itu dengan Korlantas Mabes Polri. Sedangkan kewenangan pembatasan operasi sepeda motor memang ada pada Menteri Perhubungan. "Nanti kalau sepakat bisa saja, memang sepeda motor ini luar biasa banyaknya. Saya kira penting, karena kalau dibiarkan akan meningkatkan angka kecelakaan," tambahnya. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,