JK Bantah Kelompok Abu Sayyaf Sandera Tugboat Asal Indonesia

JK Bantah Kelompok Abu Sayyaf Sandera Tugboat Asal Indonesia

Kelompok Abu Sayyaf Filipina.

Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla membantah adanya penyanderaan kembali kapal tunda (tugboat) Charles asal Indonesia, yang membawa tujuh orang anak buah kapal (ABK) oleh kelompok Abu Sayyaf.

JK menyatakan itu, berdasarkan laporan dari Kedutaan Besar Indonesia di Manila, Filipina. "Enggak ada tuh penyanderaan," katanya, seusai menghadiri buka bersama di JCC Senayan Senayan Jakarta Pusat, Kamis (23/6/2016) malam.

Namun, Ia mengaku belum mendapatkan kabar terkait penyanderaan tersebut khususnya dari pihak terkait. Kapal tunda Charles yang ditawan milik PT Rusianto Bersaudara. Keluarga salah satu anak buah kapal yakin, kapal itu disandera kelompok Abu Sayyaf.

Hal itu muncul setelah salah seorang istri Mualim I Kapal Tugboat Charles, Dian Megawati Achmad menghubungi suaminya. Meski tak begitu yakin, salah satu kru kapal yang dibebaskan sempat berbicara dengan istrinya dan mengatakan kapal itu dibajak.

Keyakinan Dian bertambah bahwa suaminya disandera, setelah mendapatkan telepon dari suaminya pada Rabu 22 Juni, sekitar pukul 11.30 Wita. "Tadi pagi sekitar pukul 11.30 Wita, saya dihubungi suami saya menggunakan nomor telepon penyandera. Dia mengatakan disandera bersama enam kru tugboat lain, dan saya diminta untuk menghubungi perusahaan dan kepolisian," katanya seperti dilansir Antara.

"Suami saya disandera bersama tiga kru, Robin, Nasir dan Sofyan. Sementara Feri sebagai kapten kapal disandera terpisah dengan dua orang lainnya. Kami sulit untuk bisa menghubungi mereka, karena setiap kali menelepon selalu berganti nomor," kata Dian.

Sementara itu, penyandera memang meminta uang tebusan sebesar 200 juta ringgit Malaysia kepada pemilik kapal. Penyandera pun mengancam akan melakukan tindakan jika uang tebusan tak dibayarkan. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,