PM Cameron Mundur Setelah Inggris Pisah dari Uni Eropa

PM Cameron Mundur Setelah Inggris Pisah dari Uni Eropa

Perdana Menteri Inggris David Cameron menyatakan mengundurkan diri, menyusul kepastian Inggris keluar dari Uni Eropa (Britain Exit/Brexit). (foto - ist)

London - Perdana Menteri Inggris David Cameron menyatakan mengundurkan diri, menyusul kepastian Inggris keluar dari Uni Eropa (Britain Exit/Brexit). Secara resmi, Cameron akan mengundurkan diri pada Oktober 2016.

Dilaporkan situs BBC, Jumat (24/6/2016) Cameron membuat pengumuman dalam sebuah pernyataan di luar kantornya di Downing Street, setelah hasil akhir jajak pendapat (referendum) diumumkan. Dalam pidatonya, Cameron mengaku akan mencoba "menenangkan kapal" pascareferendum hingga dirinya resmi mengundurkan diri.

Hasil referendum itu sendiri sudah hampir pasti memilih kelompok pro-Brexit sebesar 71,8 persen, dari lebih dari 30 juta orang yang memberikan suara. Kubu Inggris dan Wales, di luar Ibukota London merupakan pendukung Brexit. Sementara London, Skotlandia dan Irlandia Utara memilih remain atau tetap bersama Uni Eropa.

Sebelumnya, Pemimpin Partai Independen Inggris (UKIP) yang juga pendukung Brexit, Nigel Farage memuji hasil referendum sebagai "hari kemerdekaan" Inggris. Farage, yang tak kenal menyerah mengampanyekan Brexit selama 20 tahun terakhir, meminta Perdana Menteri David Cameron, tokoh penolak Brexit untuk segera mengundurkan diri.

Namun demikian, kelompok pro-Brexit lainnya, Boris Johnson dan Michael Gove misalnya, mereka justru menolak permintaan Farage, dan menandatangani surat kepada Cameron agar dirinya tetap menjadi PM apa pun hasilnya nanti. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,