23 Tewas, Banjir West Virginia Terburuk dalam 100 Tahun

23 Tewas, Banjir West Virginia Terburuk dalam 100 Tahun

Badai dan banjir menerjang wilayah West Virginia Amerika Serikat. (foto - ist)

Charlestom Badai yang menerpa wilayah West Virginia Amerika Serikat menyebabkan banjir hebat, yang menyebabkan 23 orang meninggal dunia. Banjir di West Virgina dianggap sebagai bencana banjir terbesar dalam sejarah Amerika Serikat dalam 100 tahun ini.

Dikutip USA Today, Sabtu (25/6/2016) warga yang tewas akibat amukan bah terdahsyat dalam sejarah AS itu, yakni anak berusia 8 tahun yang sebelumnya diketahui sudah berupaya semaksimal mungkin untuk bertahan melawan arus air. Namun akhirnya gagal dan terseret air.

Curah hujan dilaporkan mencapai 8 sampai 10 inci dan berlangsung selama 6 hingga 8 jam di wilayah West Virginia. "Derasnya hujan bisa dikatakan sebagai peristiwa yang terjadi sekali dan seribu tahun. Sangat jarang hingga mengkhawatirkan banyak pihak," demikian pernyataan resmi dari National Weather Service, Pusat Informasi Nasional, AS.

Bahkan ahli klimatologi AS, Kevin Law mengkonfirmasi, banjir besar yang mencemaskan itu dianggap sebagai bencana alam ketiga paling mematikan di West Virginia. Ini terjadi setelah yang pertama pada 1972 di area Buffalo Creek.

Sedikitnya 125 orang dikabarkan tewas akibat jebolnya bendungan dalam musibah tersebut. Sedangkan yang kedua terjadi pada tahun 1985, setelah terpaan badai di wilayah tersebut yang menewaskan 38 orang meninggal dunia.

Sementara itu, Gubernur West Virgia, Earl Ray Tomblin menyatakan secara resmi kepada media pada hari Jumat waktu setempat, kerusakan yang diakibatkan peristiwa tersebut bisa dikategorikan parah.

Seperti dilaporkan Washington Post, sebanyak 150 anggota Garda Nasional AS langsung dikerahkan untuk memberikan bala bantuan kepada mereka, yang menjadi korban dan masih terjebak dari peristiwa bencana alam ini. "Banjir ini merupakan yang terburuk selama satu abad terakhir," kata Gubernur Tomblin kepada  ABC News. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,