Inggris dan AS Keluarkan 'Travel Warning' Usai Ledakan di Turki

Inggris dan AS Keluarkan 'Travel Warning' Usai Ledakan di Turki

Para petugas mengevakuasi para korban menyusul serangan bom di Bandara Ataturk Turki. (foto - ist)

Istanbul - Sejumlah negara mengeluarkan travel warning terhadap Tuki terutama Amerika Serikat dan Inggris, menyusul serangan bom di Bandara Ataturk Turki.
 
Dikutip dari Cbslocal, Rabu (29/6/2016) Departemen Luar Negeri Amerika Serikat misalnya memperingatkan warganya, untuk tidak bepergian ke Turki sementara waktu. Hal itu berkaitan dengan ledakan bom yang terjadi di Turki, yang menewaskan hingga 41 orang dan ratusan orang lainnya mengalami luka-luka.
 
"Departemen Luar Negeri AS memperingatkan warganya dari meningkatnya ancaman kelompok teroris di seluruh Turki, serta menghindari perjalanan ke bagian tenggara Turki,” demikian bunyi peringatan yang dikeluarkan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat.
 
Departemen itu juga berusaha memastikan apakah ada warganya yang berada di bandara dalam, saat serangan yang berlangsung. Travel warning yang dikeluarkan itu juga mengimbau warga AS untuk tetap waspada, dan meninjau kembali rencana perjalanannya ke Turki.
 
Selain Amerika Serikat, Inggris juga tampaknya sangat tanggap terhadap insiden tersebut. Bahkan, salah satu pesawat British Airways terpaksa membatalkan penerbangannya menuju Istanbul, untuk kembali ke Inggris.
 
Dilaporkan Express, Kantor Luar Negeri Inggris memperingatkan warganya yang ada di Turki, untuk mengikuti perintah yang dikeluarkan oleh pihak keamanan setempat. Kantor Luar Negeri Inggris akan mendukung warganya yang terkena dampak peristiwa tersebut.
 
"Kami berhubungan dengan pihak berwenang di Istanbul, dan segera mencari informasi lebih lanjut menyusul insiden di Bandara Ataturk. Staf kami di Istanbul dan London siap untuk mendukung warga Inggris yang terkena dampaknya," tulis Kantor Luar Negeri Inggris. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,