Mediasi Alot, PKL Tetap Tak Boleh Jualan Sekitar Alun-alun

Mediasi Alot, PKL Tetap Tak Boleh Jualan Sekitar Alun-alun

Pasca-kerusuhan puluhan PKL masih berkumpul hingga malam hari di Jalan Dalem Kaum Bandung. (foto - ist)

Bandung - pasca-bentrok para pedagang kaki lima (PKL) dengan Satpol PP, kawasan Jalan Dalem Kaum Kota Bandung sempat memanas. Puluhan PKL pun masih berkumpul hingga malam hari, dan mereka menuntut agar diperbolehkan berjualan menjelang hari Lebaran di sekitar kawasan Alun-Alun Bandung dan Jalan Dalem Kaum.

Para pedagang sempat emosi dan beradu mulut dengan aparat Satpol PP dan Linmas setempat, namun mereka membubarkan diri setelah dibujuk oleh pihak TNI. Perwakilan dari pedagang meminta untuk bermediasi dengan Satpol PP Kota Bandung, terkait nasib berjualan mereka.

Salah seorang perwakilan pedagang akhirnya diperbolehkan bernegosiasi dengan Kepala Satpol PP Eddy Marwoto. Mediasi sempat berlangsung panas dan saling adu mulut. Menurut Eddy, permintaan para pedagang bertentangan dengan perda yang berlaku sehingga tak bisa dikabulkan. Selain itu, ia khawatir akan menimbulkan kecemburuan sosial antara pedagang di wilayah lainnya.

"Pemintaan Anda (pedagang) tidak bisa kami penuhi, nanti pedagang di wilayah lain juga minta hal yang sama. Bisa semrawut kota ini kalau begitu," kata Eddy saat mediasi di markas Satpol PP Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, Sabtu (2/6/2016).

Ia mengatakan, pemkot tidak pernah melarang warganya untuk berjualan asalkan taat terhadap peraturan yang berlaku. "Kami sudah menyediakan tempat relokasi untuk pedagang, tapi kalian masih berjualan di luar makanya kami tertibkan," tegas Eddy.

Salah seorang perwakilan pedagang meminta kelonggaran empat hari berjualan bagi mereka. Menurutnya, lokasi relokasi yang disediakan pemerintah sepi pengunjung. "Namun tempatnya sepi pak, kalau kami itu butuh tempat ramai untuk jualan," katanya. Sejauh ini Kantor Satpol PP di Jalan Dalem Kaum dijaga ketat oleh sejumlah anggota TNI bersenjata pasca terjadinya perusakan oleh PKL.

Sebelumnya, Walikota Bandung Ridwan Kamil sangat menyesalkan aksi penyerangan Pos Satpol PP dan perusakan fasilitas umum oleh oknum PKL. Apalagi kursi yang dibangun di kawasan itu, berasal dari anggaran warga Kota Bandung. Emil pun meminta PKL yang melakukan perusakan untuk bertanggung jawab.

"Saya menyesalkan, adanya penyerangan kantor dan perusakan kursi. Kursi itu kan dari uang rakyat Bandung. PKL yang merusak kursi harus bertanggung jawab," tegas Emil. Pihaknya, akan melaporkan perusakan yang dilakukan PKL tersebut untuk segera ditindaklanjuti. "Kita akan laporkan pada kepolisian, terkait pengrusakan itu," katanya.

Menurutnya, pihaknya tidak melarang PKL untuk berjualan, apalagi menjelang lebaran. Asalkan sesuai peraturan dan berjualan di tempat-tempat yang sudah disediakan. Kalau tetap ngotot melanggar aturan, Pemkot Bandung tidak akan berhenti mengingatkan dan menertibkan. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,