20 Tewas Drama Penyanderaan di Cafe Bangladesh Berakhir

20 Tewas Drama Penyanderaan di Cafe Bangladesh Berakhir

Suasana mencekam penyerbuan kepolisian setempat saat kelompok teroris menyandera sejumlah warga di sebuah cafe di ibukota Bangladesh, Dhaka. (foto - ist)

Dhaka - Setelah berlangsung penyanderaan sekitar 10 jam, polisi Bangladesh akhirnya memutuskan untuk menyerbu cafe yang berada di ibukota Bangladesh, Dhaka. Terdengar suara tembakan sekitar 45 menit, yang diikuti mulai berakhirnya suasana mencekam.

Sebanyak 13 sandera dinyatakan selamat dalam penyanderaan di sebuah cafe Bangladesh. Namun serangan yang diklaim oleh ISIS itu dilaporkan menewaskan 20 orang. "Sedikitnya 20 warga sipil meninggal dunia. Kebanyakan mereka dihabisi secara brutal hingga tewas dengan senjata tajam," kata juru bicara militer Bangladesh, Brigjen Nayeem Ashfaq Chowdhury.

Seperti dikutip dari Al Jazeera, Sabtu (2/7/2016) Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina sebelumnya mengatakan, sebanyak 13 sandera telah diselamatkan. Sedikitnya enam orang bersenjata juga tewas dan satu ditangkap, dalam operasi penyerbuan pada Sabtu pagi di Cafe Holey Artisan Bakery.

Korban selamat penyanderaan termasuk dua WN Sri Lanka dan seorang warga Jepang yang mengalami luka-luka. Letnan Kolonel Tuhin Mohammad Masud mengatakan, ada korban tewas dari pihak sandera. Pemerintah Jepang pun menegaskan, salah satu warganya telah diselamatkan dan mengatakan tujuh orang masih belum ditemukan.

Suasana mencekam drama penyanderaan di Banglandesh tersebut terjadi pada Jumat 1 Juli 2016 malam, yakni sekitar pukul 21.20 waktu setempat. Lokasi Cafe Holey Artisan Bakery berada di zona diplomatik di ibukota Bangladesh, Dhaka.

Kelompok teroris posting foto orang yang tewas

Penyanderaan itu pun berlangsung hingga Sabtu pagi waktu setempat. Setelah 10 jam penyanderaan polisi akhirnya memutuskan untuk menyerbu cafe untuk menyelamatkan para sandera. Kantor berita afiliasi ISIS, Amaq melaporkan, lebih dari 20 orang dari kebangsaan yang berbeda tewas. Kelompok teroris itu bahkan memosting foto orang asing yang tewas dalam serangan di cafe itu.

Sementara itu, USA Today melaporkan, Komandan Tim Aksi Cepat Tanggap Letnan Kolonel Tuhin Mohammad Masud mengonfirmasi enam pria dari kelompok bersenjata telah ditembak mati serta gedung utama dari Cafe Holey Artisan telah berhasil disterilkan.

Masud juga mengatakan, ada sejumlah korban jiwa, tetapi dia tidak memberi-tahukan secara detail. Operasi di sekitar area cafe pun tetap dilakukan meski pelaku sudah berhasil ditembak mati. Sedikitnya dua petugas polisi tewas dalam insiden itu. Satu orang bernama Salahuddin Ahmed tewas di tempat kejadian, sedangkan seorang lagi tewas setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Salah seorang pegawai cafe, Sumon Reza menyatakan, enam pria bersenjata itu dibekali tidak hanya dengan senapan, tetapi juga senjata tajam. Mereka juga sempat melemparkan granat ke arah polisi yang mengepung gedung.

Reza menambahkan, para pelaku berusia di bawah 30 tahunan, dan meneriakkan sesuatu dalam bahasa Arab sebelum memasuki gedung. Sementara kelompok militan ISIS telah menyatakan diri yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,