Rasisme Meningkat Urungkan Festival Lebaran di Inggris

Rasisme Meningkat Urungkan Festival Lebaran di Inggris

Warga muslim Inggris yang tinggal di Southampton batal meramaikan Festival Idulfitri tahun ini terkait meningkatnya rasisme. (foto - cityoflondon.co.uk/ilustrasi)

Southamton - Festival lebaran atau Idulfitri jelang berakhirnya bulan puasa yang rencananya digelar Senin waktu setempat atau, Selasa (5/7/2016) oleh masyarakat muslim di Inggris, khususnya di Kota Southampton, terpaksa dibatalkan.
 
Pihak penyelenggara, British Bangladeshi Cultural Academy (BBCA) memilih membatalkan festival tersebut, karena khawatir adanya ancaman serangan berbau rasisme, khususnya yang datang dari kelompok sayap kanan Inggris "Pie and Mash Squad".
 
Dilansir Daily Star, Pasca-Referendum "Brexit" (Inggris keluar dari Uni Eropa), gelombang kekerasan berbau rasisme meningkat terhadap semua golongan imigran.
 
Rencananya, kelompok sayap kanan tersebut akan mengadakan unjuk rasa, jika muslim Inggris bersikeras menghelat festival lebaran yang akan diramaikan oleh lebih dari dua ribu orang di East Park.
 
Untuk kebaikan semua orang. Kami menyadari situasi politik yang labil setelah meninggalkan Uni Eropa, hingga meningkatnya aksi rasis di berbagai kota," sebut Ketua BBCA, Shere Sattar.
 
Sejak referendum memastikan Inggris keluar dari Uni Eropa, tercatat hate crime atau kejahatan yang berdasarkan kebencian ras meningkat sebesar 57 persen.
Pada Senin pekan lalu misalnya, sebuah tempt makan berlabel halal, Kashmir Meat & Poultry di Walsall, dibakar berandalan sayap kanan dengan bom Molotov. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam penyerangan tersebut. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,