Korban Tewas Penyanderaan di Bangladesh Teridentifikasi

Korban Tewas Penyanderaan di Bangladesh Teridentifikasi

Puluhan Korban Tewas Penyanderaan di Bangladesh Teridentifikasi. (foto - ist)

Dhaka - Suasana Cafe Holand Holey Artisan Bakery yang sempat mencekam, kini sudah berakhir. Namun demikian, sejumlah kerabat puluhan korban tewas masih merasakan duka yang mendalam.
 
Korban yang berasal dari berbagai kewarganegaraan sedang makan malam, ketika militan ISIS menyerang sebuah restoran elit di kawasan diplomat di Dhaka, Ibukota Bangladesh.
 
Sejumlah pengunjung di restoran tersebut pun sempat mengalami penyanderaan. Tak hanya itu, para pelaku serangan sempat melakukan baku tempat dengan polisi, hingga aparat keamanan menyerbu ke gedung dan membunuh militan ISIS.
 
Dilansir BBC, sembilan orang dilaporkan berasal dari Italia telah dipublikasikan. Kementerian Luar Negeri Italia menyebut mereka adalah: Cristian Rossi; Marco Tondat; Nadia Benedetti; Adele Puglisi; Simona Monti; Claudia Maria D'Antona; Vincenzo D'Allestro; Maria Rivoli dan Claudio Cappelli.
 
Tujuh lainnya adalah warga Jepang, lima pria dan dua wanita. Empat yang sudah diidentifikai oleh pejabat dari Negeri Sakura itu adalah: Koyo Ogasawara, Makoto Okamura, Yuko Sakai dan Rui Shimodaira. Empat korban dinyatakan dari Bangladesh.
 
Media nasional mengidentifikasi sebagai Faraaz Ayaaz Hossai, seorang mahasiswa di Emory University di Amerika Serikat, dua lainnya adalah polisi warga negara AS, Abinta Kabir, juga seorang mahasiswa di Universitas Emory. Satu India Tarishi Jain, 18, yang adalah seorang mahasiswa di University of California, Berkeley.
 
Penyanderaan di Bangladesh itu terjadi pada Jumat malam lalu sekitar pukul 21.20 waktu setempat. Lokasi Cafe Holey Artisan Bakery berada di zona diplomatik. Sebanyak 13 sandera dinyatakan selamat dalam penyanderaan di cafe Bangladesh. 
 
Namun tak lama kemudian serangan yang diklaim oleh ISIS itu dilaporkan menewaskan 20 orang ditambah 2 polisi. "Sebanyak 20 warga sipil meninggal dunia. Kebanyakan mereka dihabisi secara brutal hingga tewas dengan senjata tajam," kata Brigjen Nayeem Ashfaq Chowdhury, juru bicara militer Bangladesh. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,