Firasat Buruk Adik Larang Fransisca Ikut Heli TNI ke Yogya

Firasat Buruk Adik Larang Fransisca Ikut Heli TNI ke Yogya

Fransisca Nila Agustin (23), korban sipil dalam insiden jatuhnya Helikopter Bell 205 A-1 milik TNI AD di Sleman Yogyakarta. (foto - ist)

Yogyakarta - Firasat buruk sebelum kakaknya ikut menumpang helikopter milik TNI AD yang jatuh di Sleman, tampaknya diutarakan Bayu Sigit Pamungkas (18), adik Fransisca Nila Agustin (23)Bayu pun sempat melarang kakaknya pergi ke Yogyakarta menumpang heli nahas itu.

Fransisca, merupakan satu-satunya korban sipil dalam insiden Helikopter Bell 205 A-1 milik TNI AD nomor registrasi HA-5073 dari skadron 11 serbu Puspenerbad Pangkalan Udara Ahmad Yani rute Solo-Yogyakarta, yang jatuh menimpa dua rumah warga di Dusun Kawong, Desa Tamanmartani Kecamatan Sleman.

Pelajar salah satu SMA di Solo itu bercerita, sebelum kakaknya pergi dari rumah, Fransisca sempat menyuruhnya mencarikan taksi. "Minta dicarikan taksi untuk ke Bandara Adi Sumarmo," ungkap Bayu di RS Hardjolukito, Jumat (8/7/2016) malam.

Menurutnya, ternyata sulit untuk mencari taksi. Ia pun meminta kakaknya untuk membatalkan keberangkatan. Namun, Fransisca tetap bersikeras. Bayu sendiri adalah orang terakhir yang berbicara dengan Fransisca, sebelum tewas dalam kecelakaan heli.

Diakui Bayu, mengetahui kecelakaan heli dari berita di televisi ditambah dengan pesan berantai yang diterimanya via BBM. "Saya langsung mencari tahu dan minta tolong antar om ke Yogyakarta," katanya.

Bayu mengatakan, dirinya tidak mau melihat jasad kakaknya. Ia memilih untuk melihat melalui foto. Saat orangtuanya berada di dalam ruangan rumah sakit, ia juga memilih menunggu di halaman. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,