Anak Penderita Obesitas Asal Karawang Diboyong ke RSHS

Anak Penderita Obesitas Asal Karawang Diboyong ke RSHS

Arya Permana, anak penderita obesitas asal Karawang mendapatkan perawatan di RSHS Bandung. (foto - ist)

Bandung - Arya Permana (10), penderita obesitas asal Kabupaten Karawang akhirnya menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Sebelum Puasa, berat Arya mencapai 192 kg, peningkatannya mulai melonjak hingga 70 kg pada usia 9 menuju 10 tahun.

Arya, salah seorang warga Kampung Pasir Pining Desa Cipurwasari Kecamatan Tegalwaru Kabupaten Karawang itu, merupakan anak yang memiliki kelebihan berat badan yang kini mencapai 186 kg.

Dalam sehari, Arya bisa menghabiskan minuman ringan sebanyak 20 gelas gelas plastik. Arya pun makan hingga  lima  kali sehari, ditambah lauk dan sayuran dengan jumlah yang banyak. Ia paling hobi memakan mie instan hingga dua bungkus sekali makan.

Berdasarkan data dari "Dietary Recall" yang dilakukan tim RSHS Bandung, Arya dalam sehari mengonsumsi 6.000 kkal. Setelah tim RSHS meminta Arya melakukan diet beberapa bulan terakhir dan menurunkan konsumsi kalori, kini hanya 3.000 kkal, berat badannya pun turun beberapa kg.

Menurut Bupati Karawang Cellica Nurrachdiana didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jabar Lucyana Alma, turut mendatangi RSHS Bandung, yang diterima langsung Direktur RSHS Ayi Djembarsari untuk memberikan penanganan yang sesuai untuk Arya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Lucyana Alma menyatakan, perawatan untuk Arya Permana merupakan instruksi langsung dari Gubernur Jawa Barat. Dinas Kesehatan akan membantu memberi fasilitas yang layak selama Arya menjalani perawatan.

"Menjadi kewajiban Pemkab, Pemprov juga orangtua dalam memberikan pendampingan khusus untuk pertumbuhan Arya secara normal. Kami pun akan berkoordinasi dalam hal pendidikan," katanya.

Sementara itu, Cellica Nurrachdiana menyatakan pihaknya dibantu Pemprov Jabar akan berupaya membantu Arya agar berat badannya bisa kembali normal. "Kami bekerja sama dengan rumah sakit untuk menangani masalah ini. Untuk biaya, Arya punya BPJS tapi itu tak mencakup semuanya. Sisanya ditanggung Pemkab Karawang dan Pemprov Jabar," kata Cellica.

Direktur RSHS Ayi Djembarsari menjelaskan, ada beberapa biaya yang tidak bisa dibantu oleh BPJS seperti etiologi genetik. "Kami koordinasikan antara pihak Rumah Sakit dan Dinkes Kabupaten juga Provinsi untuk pembiayaannya," katanya.

Menurutnya, langkah awal mengatur pola makan. Sebelumnya Arya memiliki kebiasaan makan 4 hingga 5 kali dalam sehari ditambah dengan jajanan yang tidak terkontrol. "Sejauh ini kami simpulkan Arya mengalami asupan kalori berlebih. Bahkan Arya dalam sehari bisa mengkonsumsi hingga 6.000 kalori. Harusnya seusianya cukup 2.000 kalori," tegasnya. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,