Bisa Setangguh Margaret Thatcher-kah Theresa May?

Bisa Setangguh Margaret Thatcher-kah Theresa May?

Setangguh Margaret Thatcher-kah Calon Tunggal PM Inggris? (foto - express.co.uk)

London - Margaret Thatcher digambarkan sebagai seorang ib rumah tangga bersuara lantang yang siap memimpin Inggris, saat terpilih sebagai pemimpin Partai Konservatif pada 1975. Dalam pernyataan pertamanya, Maggie panggilan akrab Thatcher bahkan sempat bercanda dengan berpura-pura melakukan pekerjaan rumah di atas panggung.

Namun tak berselang lama ibu rumah tangga itu "terlahir" sebagai The Iron Lady, julukan yang terus melekat hingga kini. Sosok Maggie kembali mengemuka  menyusul kehadiran Theresa May di panggung politik Inggris. Ia seorang perempuan yang merupakan calon tunggal perdana menteri menggantikan David Cameron.

Seperti dilansir The Daily Beast, Selasa, (12/7/2016) May yang kini menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri disebut-sebut telah "ditempa sekeras baja". Selama enam tahun ia mengawasi roda keamanan, penegakan hukum dan mengontrol kawasan perbatasan tanpa tergelincir skandal.

Sejumlah personel yang menduduki kursi menteri dalam negeri sebelumnya hampir selalu terkait dengan kasus memalukan, sehingga tak heran bila jabatan ini disebut sebagai "kuburan politik". May diketahui sebagai orang terlama yang pernah menduduki kursi menteri dalam negeri Inggris, yang menoreh sejumlah catatan penting.

May gigih menolak permintaan Amerika Serikat (AS) untuk mengekstradisi seorang hacker penderita Asperger, sementara ia 'menendang' jauh seorang tokoh ekstremis Abu Hamza dari negaranya, meski pria itu mengajukan permohonan HAM.

Sumber keamanan menyatakan, track record May bahkan jauh lebih mengesankan dibandingkan cengan pekerjaannya yang tampak di hadapan publik. "Ia telah menggagalkan banyak rencana teror, lebih dari yang Anda tahu," kata sumber itu.

Setelah keluar dari Uni Eropa, Inggris saat ini tengah menghadapi krisis politik terbesar sejak Perang Dunia II. PM Cameron pun telah menyatakan pengunduran diri, yang mendorong Partai Konservatif harus segera menjaring calon penggantinya.

Awalnya, sejumlah orang ikut bertarung dalam pemilihan perdana menteri. Namun, satu per satu berguguran hingga menyisakan May sebagai calon tunggal. Calon terakhir yang mundur dari pencalonan, yakni Andrea Leadsom yang menyebut May adalah sosok yang tepat untuk menakhodai Inggris. Hal itu pun diakui Cameron. "Ia kuat dan berkompeten," kata Cameron yang menjabat sebagai PM Inggris hingga Rabu 13 Juli itu.

Sejumlah pejabat di Kementerian Dalam Negeri pun memuji kualitas May,  yang menyebutnya sebagai pembuat keputusan yang luar biasa. "Tidak peduli saran apa pun yang ia dapatkan, ia hampir tidak pernah melakukan kesalahan," katanya.

Dalam pernyataannya sesaat setelah menjadi calon PM tunggal, May bersumpah akan bernegosiasi dengan Uni Eropa (UE) untuk menyukseskan Brexit, mempersatukan negara itu dan mendukung masa depan Inggris yang kuat, baru serta positif bagi setiap orang. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,