Tragis, Kurang dari Lima Menit Mirna pun Sudah Terkapar

Tragis, Kurang dari Lima Menit Mirna pun Sudah Terkapar

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat hadirkan Resmiyati, manajer pemesanan di Cafe Olivier. (foto - ist)

Jakarta - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat mengungkap cerita yang begitu tragis, dalam perkara kematian Wayan Mirna Salihin di Cafe Olivie Mal Grand Indonesia Jakarta Pusat.
 
Hal tersebut terungkap saat anggota majelis hakim meminta keterangan Resmiyati, manajer pemesanan di cafe mewah itu, sebagai saksi di PN Jakarta Pusat dalam sidang kesembilan dengan agenda meminta keterangan para saksi.
 
"Tragis, hanya beberapa menit baru mengantar, tidak lama kemudian saudara datang lagi ke lokasi, tiba-tiba saudara sudah melihat korban sudah  menyender  kepalanya," kata hakim anggota bertanya kepada Resmiyati, Kamis (28/7/2016).
 
Menjawab pertanyaan anggota hakim, Resmiyati menceritakan, saat kejadian dirinyabaru saja tiba di tempat dia bekerja pukul 16.00 WIB. Tak berapa lama Mirna dan Hani datang. "Almarhumah datang bersama Hani, mereka excited, mereka bilang 'sudah reservasi table Embak di dalam' lalu saya cek di buku reservasi ternyata ada nama Jessica yang memang sudah datang," kata Resmiyati.
 
Sesuai prosedur, Resmiyati lantas mengantarkan Mirna dan Hani menuju meja 54. Namun, belum sampai di meja 54, Mirna meminta kepada Resmiyati untuk cukup mengantar sampai di tengah saja (tidak sampai meja). "Almarhumah bilang 'sampai sini aja Embak' lantas saya balik ke resepsionis depan' saat itu Mirna dan Hani excited dan Jessica melambaikan tangan menyambut mereka," katanya.
 
Resmiyati pun tak melihat secara langsung bagaimana Mirna meminum kopinya hingga tewas. Namun, tak lama setelah kembali ke resepsionis, ia berjalan kembali ke dalam dan melihat Mirna telah terkapar. "Enggak sampai lima menit, saat saya masuk lagi saya lihat Mirna sudah dalam keadaan bersandar susah napas," ungkap Resmiyati. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,