Kerusuhan di Tanjungbalai Polisi Tetapkan 12 Tersangka

Kerusuhan di Tanjungbalai Polisi Tetapkan 12 Tersangka

Buntut kerusuhan di Tanjungbalai Sumatera Utara polisi Tttapkan 12 orang tersangka. (foto - ist)

Medan - Selain menetapkan empat orang tersangka terkait kasus kerusuhan di Kota Tanjungbalai Sumatera Utara, pihak Kepolisian Resor Tanjungbalai pun menetapkan delapan tersangka pelaku penjarahan atau pencurian, saat kerusuhan terjadi di Vihara.

Akibat kerusuhan itu, delapan Vihara pun mengalami rusak parah dan tebakar. "Perkembangan proses penegakan hukum dilakukan oleh penyidik Reskrim, telah ditetapkan 12 orang tersangka. Terdiri atas 8 orang tersangka terkait kasus penjarahan dan 4 orang terkait pengrusakan," kata Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Rina Sari Ginting, kepada wartawan di Medan Sumut, Minggu (31/7/2016) malam.

Pihak kepolisian pun terus mendalami kasus kerusuhan itu, yang dipicu larangan seorang warga etnis Tionghoa bernama Meliana (41). Meliana menegur kasar Nazir Mesjid Al-Makshum di Jalan Karya dengan maksud agar mengecilkan volume mikrofon masjid.

Menurut penuturan Nazir Mesjid, hal tersebut telah diungkapkan beberapa kali. Dengan demikian, Polisi melakukan pemeriksaan secara maraton terhadap saksi sampai saat ini. "Untuk saat ini sudah 39 orang saksi yang dimintai keterangan," katanya.

Sebelumnya, polisi telah menetapkan tujuh tersangka pelaku penjarahan atau pencurian saat kerusuhan di Kota Tanjungbalai, Sumut. Enam dari 7 nama itu merupakan remaja berusia belasan tahun. "Kita telah menetapkan status tersangka terhadap 7 orang pelaku pencurian pada saat terjadinya kerusuhan terhadap tempat ibadah di Tanjungbalai," kata Rina Sari Ginting.

Disebutkan, empat tersangka masih di bawah umur yaitu MARP (16), MIL (17), FP (16) dan MRM (17). Tiga lainnya juga berusia muda, yaitu AAN (18), AP (18) dan A (21). "Terhadap para pelaku dikenakan Pasal 363 KUHP," tegas Rina.

Sementara untuk kasus pengrusakan, polisi sudah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi. "Penyidik telah memiliki informasi identitas beberapa orang yang diduga terlibat," ungkapnya.

Seperti diberitakan, kerusuhan terjadi di Tanjungbalai, Sumut. Massa yang mengamuk membakar serta merusak sejumlah vihara dan klenteng serta sejumlah kendaraan di kota itu, Jumat (29/7) malam sekitar pukul 23.30 WIB. Aksi massa dipicu protes seorang warga terhadap azan masjid di Jalan Karya, Tanjungbalai. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,