Kantor BPN Jaksel Digeledah Ratusan Dokumen pun Disita

Kantor BPN Jaksel Digeledah Ratusan Dokumen pun Disita

Kantor BPN Jakarta Selatan

Jakarta - Ratusan dokumen disita jaksa penyidik Tipikor Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan (Jaksel), saat menggeledah Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) wilayah administrasi setempat, Selasa  malam.

Dokumen yang disita pihak kejaksaan tersebut diduga terkait tindak pidana korupsi, berupa penjualan tanah milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Penyidik berompi hitam menyebar ke tiga ruangan di Kantor BPN   Jaksel. Yakni, ruang pendaftaran, ruang pengukuran tanah dan ruang arsip warkah.

Sekitar pukul 19.50 WIB, seorang anggota Satgas Tipikor keluar dari sebuah ruangan sambil membawa koper hitam berisi dokumen. "Ada 200 lembar dokumen yang kami sita, sedangkan dokumen yang di dalam komputer kami kloning, karena kalau kami sita takut mengganggu kerja mereka," kata Ketua Tim Jaksa Penyidik Herlangga Wisnu Murdianto di Kantor BPN Jaksel, Selasa (2/8/2016) malam.

"Saya harap hasil dari penggeledahan ini bisa mendapatkan bukti surat yang tidak diberikan oleh BPN, dalam pemeriksaan dan dapat memperlancar perkara," katanya.

Sementara itu, Kepala Kejari Jaksel Sarjono Turin menambahkan, ada beberapa dokumen yang dicurigai direkayasa, sehingga telah terbit sertifikasi atas lahan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum). "Sejumlah dokumen lain yang kami ditemukan,  antara lain surat pernyataan, dokumen dalam bentuk hak garap dan ada dokumen lainnya," tegasnya.

Penggeledahan sengaja dilakukan untuk mencari dokumen penerbitan sertifikat tanah milik Pemprov DKI Jakarta. Sertifikat tanah yang dimaksud berlokasi di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Tanah itu merupakan milik Pemprov DKI Jakarta yang dihibah dari PT Permata Hijau. untuk pembangunan fasos dan fasum. 

Aset tersebut diduga telah dijual tanpa prosedur yang jelas ke pihak ketiga. Akibatnya menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 150 miliar. Transaksi tersebut dilakukan pada 2014, yang saat itu harga pasar Rp 40 juta sampai 50 juta per meter. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,