MUI Jabar Ragukan Kehalalan Mi Bikini Remas Aku

MUI Jabar Ragukan Kehalalan Mi Bikini Remas Aku

Sekretaris Umum MUI Jabar Rafani Achyar

Bandung - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat (Jabar) meragukan kehalalan "Mi Bikini Remas Aku", yang mengundang kontroversi di masyarakat berkat kemasan serta slogan yang dianggap tidak pantas atau vulgar.

Menurut Sekretaris Umum MUI Jabar Rafani Achyar, pihaknya menyayangkan beredarnya produk tersebut. Sebab, kemasan yang mengekspos bagian wanita tertentu dipastikan bisa berpengaruh buruk kepada masyarakat, terutama anak kecil.

Namun demikian, Rafani tidak menyalahkan proses kreativitas para pengusaha demi mendongkrak penjualan. Hanya, ia meminta para pengusaha lebih memperhatikan norma, etika dan dari segi agama. "Tentunya MUI menyayangkan karena ini menimbulkan kesan pornografi. Sebab terdapat gambar porno dengan melihatkan buah dada dan bagian belakang (wanita) serta dikemas dengan kata-kata pornograf," katanya di Bandung, Kamis (4/8/2016).

"Kita tidak melarang berkreasi, tentunya itu boleh dan disarankan, tapi jangan sampai kebablasan. Kalau Mi Bikini Remas Aku itu kreatif yang kebablasan," tegas Rafani.

Selain itu kepastian produk camilan Mi Bikini halal atau tidak, masih diragukan. Sebab, Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI Jabar belum pernah mengeluarkan sertifikasi halal.

"LPPOM belum pernah mengeluarkan suatu produk seperti ini,  jadi masih diragukan isi dan kontennya. Mungkin saja karena menggunakan bungkus berbau pornografi tidak mempedulikan halal dan haram," katanya.

"LPPOM pastinya juga bakal mengedit konten halal. Termasuk pengemasan dengan memberikan imbauan sesuai misi halal, jangan sampai menimbukan imajinasi ke pornografi," tambahnya. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,