PSM-ITB Raih 5 'Award' di '5th Florence International' Italia

PSM-ITB Raih 5 'Award' di '5th Florence International' Italia

Alumni and Chosristers PSM-ITB (foto - dok PSM-ITB))

Bandung - Sedikitnya lima penghargaan yang diraih Paduan Suara Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (PSM-ITB), pada "5th Florence International" yang berlangsung di Italia pada 21 Juli lalu. Dalam festival tersebut PSM ITB yang terdiri atas 39 anggota mengikuti dua kategori, yaitu Mixed Youth Choir dan Folksong
 
Untuk dua kategori tersebut, PSM-ITB meraih 1st Prize. Penghargaan lainnya antara lain Best Traditional Costume, Best Italian Composer Song Performance dan Best Contemporary Song Arrangement. 

Menurut Ketua Delegasi ITB Cultural Tour 2016 David Santoso Yuwono, mereka menjadi satu-satunya perwakilan dari Indonesia. Mereka bersaing ketat dengan 9 tim, yakni dari Korea Selatan, Israel, Jepang, Cina, Latvia, Bulgaria, Turki, Kanada dan Filipina. 

"Kami mengakui, kelemahan tim kami pada jam terbang. Meski demikian, kami terus berlatih secara intensif. Salah satunya menggelar konser di kampus dan luar kampus," kata Davi di Rektorat ITB Jalan Tamansari Bandung, Jumat (5/8/2016).

Davi menjelaskan, PSM-ITB harus serius berlatih terlebih untuk mengikuti kompetisi di luar negeri, karena anggotanya dipastikan ada mahasiswa baru. Sementara suaranya belum terasah secara maksimal. Selain itu, berbeda dengan PSM dari negara lain, yang suaranya sudah terbentuk sejak kecil, karena mereka sudah terdidik untuk menyanyi dalam paduan suara.

"Dengan demikian, tim dari negara-negara Eropa bisa dikatakan sebagai tim terberat, karena mereka sudah terbiasa menyanyi dalam paduan suara sejak kecil. Namun berkat kerja keras, kami berhasil mendapatkan beberapa penghargaan," katanya.

Kerja keras tim yang dipimpin oleh dirigen Adi Nugroho juga menerima penghargaan tambahan. Kemampuan tim menyanyikan lagu Italia dengan judul O Primavera, menghasilkan penghargaan Best Italian Composer Song Performance. Juga untuk lagu "Janger" yang diaransemen oleh Avip Priatna dan A. Bambang Jusana, meraih Best Contemporary Song Arrangement. 

Setelah mengikuti kompetisi ini, pihaknya tengah menyiapkan beberapa konser akhir tahun. Itu akan menjadi persiapan mengikuti kompetisi berikutnya. Selain itu, pihaknya akan menggelar kompetisi sendiri, yang merupakan implementasi dari pengamatan mereka selama mengikuti kompetisi di luar negeri. 

"Banyak hal baru yang didapat untuk diadopsi ke dalam sistem kompetisi Choir di dalam negeri. Misalnya, kompetisi PSM di Italia, meski panitia jumlahnya sedikit, mampu membuat kompetisi yang apik," aku David. Selain untuk mengasah kemampuan mengorganisasikan kegiatan, konser itu juga sebagai ajang penggalangan dana. (Jr.)**
.

Categories:Hiburan,
Tags:,