Korban Tewas Ledakan di Rumah Sakit Pakistan 42 Orang

Korban Tewas Ledakan di Rumah Sakit Pakistan 42 Orang

Bom meledak di sebuah rumah sakit di Quetta Pakistan yang menewaskan setidaknya 40 orang dan melukai puluhan lainnya (foto - ist)

Quetta - Jumlah korban tewas akibat ledakan bom yang mengguncang sebuah rumah sakit Pakistan terus bertambah, hingga mencapai 42 orang. Selain iyu puluhan lainnya mengalami luka-luka di Quetta Baluchistan, baratdaya Pakistan.
 
Menurut Menteri Kesehatan Baluchistan Pakistan, Saleh Baloch tidak menutup kemungkinan jumlah korban tewas terus bertambah. "Informasi terakhir yang kami miliki adalah 42 meninggal dunia. Diperkirakan jumlah itu bisa meningkat," kata Baloch.
 
Dikutip dari situs Channelnewsasia, Senin (8/8/2016) ledakan menimbulkan api besar dengan asap warna putih yang membumbung tinggi. Ledakan terjadi setelah pelayat termasuk wartawan dan pengacara, berkumpul di rumah sakit. sebelumnya terjadi penembakan fatal terhadap seorang pengacara senior lokal, Bilal Anwar Kasi.

Baluchistan, yang berbatasan dengan Iran dan Afghanistan memiliki sumber daya minyak dan gas, Namun menderita oleh militansi, kekerasan sektarian antara Sunni dan Syiah Muslim dan pemberontakan separatis. "Sejumlah pengacara dan beberapa wartawan telah berkumpul di rumah sakit, setelah kematian Kasi dalam insiden penembakan terpisah," kata Akbar Harifal, pejabat Baluchistan.
 
Pengacara Bilal Anwar Kasi menjadi target dua orang bersenjata tak dikenal, ketika ia meninggalkan rumahnya di pagi hari untuk bekerja. Sejauh ini, belum ada klaim yang bertanggung jawab atas serangan teror tersebut.
 
Sementara itu, situs Reuters melaporkan, sebelumnya, akhir Maret lalu Pakistan diguncang bom dahsyat yang menewaskan 60 orang di taman yang padat pengunjung di Kota Lahore, Pakistan. Polisi menyatakan, pembom bunuh diri meledakkan bom di dekat tempat bermain anak-anak di tempat yang penuh keluarga, sebagian dari mereka sedang merayakan Hari Minggu Paskah.
 
Kebanyakan korban adalah anak-anak. Kelompok Taliban Pakistan, Jamaat-ul-Ahrar, menyatakan melakukan serangan tersebut. Juru bicara kelompok itu mengatakan mereka secara sengaja menargetkan masyarakat Kristen.
 
Lahore adalah ibukota Punjab, provinsi terbesar dan terkaya Pakistan. Kota itu juga merupakan markas politik Perdana Menteri Nawaz Sharif. Pakistan mengalami sejumlah kejadian kekerasan terkait Taliban, masalah sektarian dan kegiatan kelompok penjahat. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,