Dokter Lapas Edarkan Narkoba Dituntut Lima Tahun Penjara

Dokter Lapas Edarkan Narkoba Dituntut Lima Tahun Penjara

Sidang dokter Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Surabaya di Porong Sidoarjo di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. (foto - ist)

Surabaya - Ketahuan menjual dan mengedarkan narkotik jenis suboxone, seorang dokter yang bertugas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Surabaya di Porong Sidoarjo bernama Hariyanto Budi, menjadi pesakitan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Ia dituntut jaksa penuntut dengan hukuman selama lima tahun penjara.
 
Tuntutan tersebut dibacakan jaksa dari Kejaksaan Negeri Surabaya, Endro Riski di Ruang Garuda Pengadilan Negeri Surabaya Jawa Timur, Senin (8/8/2016). "Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan menyimpan, memiliki dan mengedarkan narkotika golongan III jenis suboxone," kata Jaksa Endro.
 
Jaksa menilai, terdakwa yang biasa dipanggil Dokter Budi telah melanggar Pasal 43 ayat (4) Undang-undang Narkotika. Jaksa memohon agar hakim menghukum terdakwa dengan lima tahun pidana penjara, ditambah denda Rp 600 juta subsidair tiga bulan kurungan.
 
Menanggapi tuntutan jaksa, terdakwa Budi tampak tenang. Pria berkacamata itu enggan berkomentar kepada wartawan. "Kami akan buatkan pledoi yang bisa meringankan terdakwa," kata Rudy Sapulete, penasihat hukum terdakwa.
 
Menurutnya, hal yang didakwakan jaksa terhadap kliennya tidak benar. Pemberian suboxone yang dilakukan kliennya kepada para pasien pencandu selama ini sudah sesuai prosedur.
 
Jika fakta sidang menyebutkan kliennya pernah menyerahkan suboxone kepada klien di sebuah mal, hal itu terjadi sebelum kasus ini menjerat Dokter Budi.  "Itu pun klien kami sudah ditegur oleh BNN (Badan Narkotika Nasional) klien kami. Jadi kalau ada pelanggaran (artinya) sanksinya administrasi, bukan memakai Undang-undang Narkotika," kata Rudy.
 
Seperti diketahui, Dokter Budi ditangkap petugas BNN Kota Surabaya beberapa bulan lalu. Ia ditangkap setelah petugas menangkap terlebih dahulu dua pasien pencandu, Andry Heriyanto dan Rofik.
 
Lewat keduanya, terdakwa mengedarkan secara bebas suboxone kepada pengguna. Padahal jenis obat suboxone itu baru boleh diberikan kepada pasien, berdasarkan pemeriksaan dan rekam medis yang cukup berat. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,